INSIBERNEWS - Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, dinilai membawa harapan baru bagi stabilitas ekonomi dunia.
Bagi Indonesia, momentum ini dianggap penting untuk melihat arah kebijakan perdagangan dan tarif global ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa pertemuan dua pemimpin ekonomi terbesar dunia itu bisa menjadi titik balik dalam mencairkan ketegangan dagang yang selama ini menekan perekonomian global.
Baca Juga: AFC Desak Malaysia Tuntaskan Kasus Pemain Naturalisasi Sebelum Pengundian Piala Asia 2027
“Pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi merupakan momen strategis yang diharapkan dapat menciptakan arah kebijakan tarif yang lebih pasti. Ketidakpastian global yang panjang ini memang memengaruhi stabilitas perdagangan di kawasan, termasuk Indonesia,” ujar Airlangga di Gyeongju, Jumat (31/10).
Menurut Airlangga, ketegangan antara dua raksasa ekonomi tersebut dalam beberapa tahun terakhir telah memicu efek domino terhadap rantai pasok global.
Industri manufaktur dan ekspor di banyak negara Asia, termasuk Indonesia, ikut terdampak akibat perang tarif yang memanas sejak 2018.
Ia menambahkan, upaya kedua pemimpin untuk membuka dialog terbuka di KTT APEC tahun ini memberi sinyal positif bagi pelaku ekonomi dunia.
Indonesia, kata Airlangga, akan terus mendorong agar kerja sama multilateral dapat dijaga, terutama dalam memastikan kelancaran perdagangan dan investasi lintas negara.
“APEC menjadi forum penting untuk membangun kembali kepercayaan antarnegara. Kita berharap hasil pertemuan ini tidak hanya simbolis, tapi juga menghasilkan kesepakatan konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tambahnya.
Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia siap mengambil peran aktif dalam memperkuat kerja sama ekonomi regional. Ia berharap situasi global yang lebih stabil nantinya bisa membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional serta memperluas pasar ekspor produk dalam negeri.***
Artikel Terkait
Menkeu Pastikan Dana Rp200 Triliun Mengalir ke Kredit Masyarakat, Bukan Konglomerat
Sidak Berujung Kekerasan, Wagub Pidie Jaya Minta Maaf usai Viral Pukul Kepala SPPG Sagoe
TERKUAK! Siswi MTs Sukabumi Wafat Diduga Bunuh Diri, Fakta Baru Terungkap Karena Perlakuan ini
Terkait Polemik Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, Istana Sebut Perpanjangan Masa Pinjaman Jadi Skenario Terbaik
Gelar Pertemuan dengan PM Selandia Baru, Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat SDM Indonesia
Prabowo Ajak Selandia Baru Bantu Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Calon Pekerja Migran Indonesia
Prabowo Dorong Mahasiswa Indonesia Belajar Kedokteran di Selandia Baru, Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Pendidikan
Onadio Leonardo dan Istri Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Diamankan Bersama Barang Bukti Ganja dan Ekstasi
Prabowo Nilai KTT APEC 2025 Beri Angin Segar bagi Dunia, Serukan Ketenangan untuk Pulihkan Ekonomi Global
AFC Desak Malaysia Tuntaskan Kasus Pemain Naturalisasi Sebelum Pengundian Piala Asia 2027