Petaka Sore di Sungai Ciliman: Bermain Perahu Berakhir Tragedi, Dua Bocah Pandeglang Hilang Terseret Arus

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Ilustrasi pencarian warga pandeglang yang terbawa arus oleh Badan Pencarian dan Pertolongan atau SAR Nasional (Basarnas) Banten (Istimewa)
Ilustrasi pencarian warga pandeglang yang terbawa arus oleh Badan Pencarian dan Pertolongan atau SAR Nasional (Basarnas) Banten (Istimewa)

INSIBERNEWSDua bocah hilang terseret arus sungai Ciliman, Pandeglang. Tragedi ini terjadi saat Dua bocah asik bermain, karena tali perahu terputus pada Sabtu sore, 25 Oktober 2025.

Duka menyelimuti warga Kampung Taraju, Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. Dua bocah laki-laki berusia sembilan tahun, Haikal dan Habibi, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di derasnya arus Sungai Ciliman. 

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.35 WIB (berdasarkan laporan SAR) saat kedua korban tengah asyik bermain di pinggiran sungai.

Baca Juga: Mahfud MD: Kontrak Kereta Cepat Whoosh 'Perangkap Utang' China, Klausul Sita Aset Hantui Indonesia!

Kronologi 

Menurut keterangan yang dikumpulkan dari lokasi kejadian, Haikal dan Habibi mulanya bermain menggunakan sebuah perahu yang tertambat di tepi Sungai Ciliman, tepatnya di sekitar Kampung Rancahideung.

"Mereka bermain dengan cara loncat dari atas perahu ke air, kemudian naik lagi ke atas perahu," ujar Koordinator Unit Siaga SAR Pandeglang, Galih, mengutip laporan awal yang ia terima dari Relawan Kampung Siaga Bencana.

Namun, di tengah keasyikan mereka, musibah datang tanpa terduga. Tali pengikat perahu tiba-tiba putus. Dalam kondisi panik dan kehilangan pijakan, kedua bocah tersebut diduga kuat langsung melompat ke sungai dan seketika terbawa arus deras Sungai Ciliman.

Baca Juga: GERAM! Camat Pasar Kemis Telepon Pimpinan PT WOO IL Detik Itu Juga: Perintah Surat Teguran Keras!

Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

Menanggapi laporan tersebut, Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nasional Banten segera bergerak cepat. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, membenarkan bahwa tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi.

"Basarnas Banten bersama tim SAR lainnya, seperti BPBD, relawan Tagana Pandeglang, serta masyarakat, segera melakukan pencarian kedua bocah tersebut," kata Al Amrad di Pandeglang.

Proses pencarian yang dimulai sejak sore hari telah melibatkan berbagai peralatan dan sarana pendukung, meliputi rescue truck, motor trail, peralatan SAR air, dan perlengkapan medis. Tim fokus pada penyisiran di sepanjang aliran Sungai Ciliman.

Meskipun cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cerah, arus Sungai Ciliman yang deras menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan. Hingga malam hari, upaya pencarian intensif yang dilakukan Basarnas dan tim gabungan belum berhasil menemukan Haikal dan Habibi.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X