Peringati Hari Santri Nasional, Prabowo Jadikan Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:04 WIB
Peringati Hari Santri Nasional, Prabowo Jadikan Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan (Istimewa )
Peringati Hari Santri Nasional, Prabowo Jadikan Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan (Istimewa )

INSIBERNEWSPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 1447 Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan di Indonesia.

Presiden dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pemerintah telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama sebagai langkah konkret memperkuat dan melindungi pondok pesantren di seluruh Tanah Air.

“Saya menyampaikan bahwa saya telah merestui usulan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menunjukkan prioritas strategis pemerintah untuk semakin memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” tutur Prabowo, dikutip Sabtu (25/10).

Baca Juga: Umrah Mandiri Resmi Diizinkan, Warga Kini Bisa Atur Sendiri Perjalanan ke Tanah Suci

Melalui video peringatan Hari Santri Nasional yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Dalam pesannya, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri, santriwati, kiai, nyai, dan keluarga besar pondok pesantren di Indonesia.

“Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 1447 Hijriah. Di Hari Santri ini, kita mengenang semangat juang para santri yang dengan ilmu, iman, takwa, dan cinta tanah air turut merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Presiden.

Prabowo juga mengingatkan kembali bahwa kontribusi para santri dalam sejarah bangsa sangat besar. Ia mencontohkan peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dipelopori KH Hasyim Asy’ari sebagai salah satu tonggak perjuangan kemerdekaan.

Baca Juga: BI Waspadai Efek Domino dari Potensi Shutdown Pemerintah AS terhadap Ekonomi Indonesia

Menurutnya, semangat jihad yang digelorakan delapan dekade silam tetap relevan hingga kini, yakni menjaga keutuhan bangsa dengan ilmu dan keimanan.

“Kita tidak boleh lupa, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 atau 1367 Hijriah yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari merupakan tonggak penting dalam sejarah bangsa, sebuah perjalanan menuju Indonesia merdeka yang berdaulat dan bermartabat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menilai tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” mencerminkan tekad santri masa kini untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Baca Juga: Shin Tae-yong Dipastikan Tak Kembali, PSSI Fokus Cari Pelatih Baru Timnas

Ditegaskan bahwa santri harus mampu menjadi bagian dari kemajuan global tanpa kehilangan akar nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan, menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, berakhlak, serta berdaya saing,” ucap Presiden.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X