INSIBERNEWS - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan influenza tengah meningkat tajam di wilayah DKI Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah tanda munculnya pandemi baru.
Pramono mengatakan, masyarakat tidak perlu panik karena situasi saat ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu. Menurutnya, COVID-19 kini sudah bertransisi menjadi penyakit yang bersifat endemik dan dianggap seperti flu biasa.
Baca Juga: Data KPR Subsidi Tak Sesuai, Purbaya Beberkan Hasil Verifikasi Ulang Calon Pembeli Rumah MBR
“Sekarang COVID-19 sudah seperti flu, jadi tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan. Yang penting, kita tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri,” ujarnya di sela kunjungan ke Stasiun MRT Dukuh Atas, Selasa (22/10/2025).
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, sejak Januari hingga Oktober 2025, terdapat lebih dari 1,9 juta kasus ISPA yang terlapor. Angka tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan sejak bulan Juli, seiring dengan perubahan cuaca dan memburuknya kualitas udara di Ibu Kota.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa ISPA menjadi penyakit dengan angka kunjungan tertinggi di Puskesmas. Penularannya sangat cepat, terutama melalui droplet atau partikel udara yang terkontaminasi.
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah
“Gejalanya umumnya ringan, seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Namun, jika disertai sesak napas, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujar Ani.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat polusi udara tinggi. Penggunaan masker dan konsumsi air putih yang cukup menjadi langkah sederhana namun efektif mencegah ISPA.
Sementara itu, Pemprov DKI berencana memperkuat layanan kesehatan primer untuk menangani lonjakan pasien ISPA di seluruh wilayah. Langkah ini termasuk menambah tenaga medis dan mempercepat distribusi obat-obatan esensial di Puskesmas.
Baca Juga: Mentan Buka Layanan Pengaduan Pupuk, Janji Tindak Tegas Distributor Nakal
Gubernur Pramono juga meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala flu dan tetap menjaga imunitas tubuh. Ia menekankan bahwa edukasi dan kesadaran warga menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit pernapasan.
“Ini bukan pandemi, tapi tetap harus diwaspadai. Jaga pola hidup sehat, makan bergizi, dan jangan lupa pakai masker kalau sedang batuk atau flu,” pesannya.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Sambut Hangat Kedatangan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa di Indonesia
Artikel Terkait
Utang WHOOSH 'Bom Waktu': AHY Peringatkan Proyek Jakarta-Surabaya Tak Cuma Bangun Jalur Begini Menurutnya!
BRI Tuntaskan Penyaluran Dana Pemerintah Rp55 Triliun ke Sektor Produktif dan UMKM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Heboh! Isu Perceraian Raisa dengan Hamish Daud Kembali Mencuat, Rumah Tangga Retak?
Ratusan Pelajar Sambut Hangat Kedatangan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa di Indonesia
Waduh! Taylor Swift Banjir Kritik Gegara Diduga Gunakan AI untuk Promosi Album 'The Life of a Showgirl
Ekspor Cengkih Lampung ke Amerika Serikat Ditunda, Diduga Tercemar Zat Radioaktif Cs-137
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintah Sebut Langkah Ini Jadi Sejarah Baru di Dunia Pertanian
Mentan Buka Layanan Pengaduan Pupuk, Janji Tindak Tegas Distributor Nakal
BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah
Data KPR Subsidi Tak Sesuai, Purbaya Beberkan Hasil Verifikasi Ulang Calon Pembeli Rumah MBR