AHY menyatakan jangan sampai pemerintah hanya membangun jalurnya saja, tetapi tidak ada benefit atau keuntungan yang dirasakan secara luas.
“Kawasan-kawasan transit itu harus menjadi nilai tambah yang juga bisa mendukung stabilitas pembiayaan dengan pengembangan konsep TOD (Transit Oriented Development), dengan pengembangan kawasan kita bisa menangkap potensi nilai tambah dari tanah atau lahan,” paparnya.
Kawasa transit tersebut, kata AHY, sudah harus memiliki desain pengembangan sejak awal jika proyek jalur kereta direalisasikan.
Baca Juga: Alokasi Duit Koruptor untuk Investasi pada SDM, Prabowo Beberkan Rencana Pendidikan di Indonesia
Belum Final, Masih Proses Penghitungan
Dalam kesempatan yang sama, AHY membeberkan bahwa pemerintah masih mendengarkan masukan-masukan dari berbagai pihak dan masih dalam proses penghitungan.
“Jadi, saya ingin menggarisbawahi bahwa saat ini kami terus menghitung, Pemerintah Pusat tentu melibatkan K/L, termasuk dari sisi bisnis tentu kita ingin mendengarkan masukan dari teman-teman Danantara, dari perusahaan-perusahaan yang memang bergerak di situ,” jelasnya.
“Dari sisi pengembangan dan pemerataan wilayah, kita mendengarkan masukan dan ingin menarik kontribusi pemerintah daerah, karena pada akhirnya itu akan mengembangkan ekonomi daerah yang dilewati oleh kereta tersebut,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Clara Shinta Baru Dua Bulan Menikah Dengan Alexander Assad, Ungkap Rumah Tangganya Alami Keretakkan
Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?
AIR MATA ISTRI 'KANG MUS' EPY KUSNANDAR: Dikira Dipalak, Polisi Ungkap Cekcok di Warung Jukut Goreng Hanya Gara-gara Juru Parkir 'Teler' Minta Makan !
Geger! Tuduhan Skandal Lee Yi Kyung Ternyata Hanya Rekayasa AI, Pelaku Akui Semua Hanyalah Prank
Didepak dari Kursi Pelatih, Begini Curhatan Alex Pastoor Bongkar 3 Poin Gagalnya Proyek PSSI di era Kluivert