Pemerintah Ngebut Listrik Masuk Desa, Target 2030 Seluruh Pelosok Indonesia Teraliri

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:59 WIB
Ilustrasi Token (Foto : sonora.id)
Ilustrasi Token (Foto : sonora.id)

INSIBERNEWS - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat realisasi program listrik desa. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses energi yang merata, dari kota hingga pelosok terpencil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa program listrik desa merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan pembangunan. Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik paling lambat pada tahun 2030.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Meroket, Tembus Rp2,48 Juta per Gram

“Target Bapak Presiden Prabowo, 2029-2030, semua desa di Indonesia harus sudah teraliri listrik. Saat ini masih ada sekitar 5.700 desa dan 400 dusun yang belum menikmati listrik,” kata Bahlil saat meninjau langsung pelaksanaan program di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10).

Desa Bandar Jaya menjadi salah satu prioritas dalam program percepatan ini. Di wilayah tersebut, pemerintah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 5,3 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 3,42 kilometer sirkuit, gardu distribusi berkapasitas 100 kVA, serta penyambungan listrik bagi 63 rumah warga yang sebelumnya hidup tanpa penerangan.

Baca Juga: FIFA Umumkan Lebih dari Satu Juta Tiket Piala Dunia 2026 Terjual, Antusiasme Fans Dunia Meledak!

Bahlil menegaskan bahwa kehadiran listrik di desa bukan hanya soal penerangan, tapi juga pembuka jalan bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

“Kalau listrik sudah masuk, anak-anak bisa belajar malam hari, UMKM bisa jalan, dan desa bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Ia juga tak menampik bahwa pelaksanaan program ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses wilayah yang sulit dijangkau, biaya pembangunan yang tinggi, hingga keterbatasan infrastruktur dasar.

Namun, Bahlil memastikan hal itu tidak akan menghambat semangat pemerintah dalam menuntaskan target nasional elektrifikasi.

Baca Juga: Selamat Ulang Tahun ke-74 Prabowo Subianto, Pemimpin yang Dikenal Tegas dan Visioner

“Ini bukan sekadar proyek, tapi bentuk nyata kehadiran negara. Kita ingin setiap warga Indonesia, di manapun mereka berada, punya kesempatan yang sama menikmati listrik,” tegasnya.

Program listrik desa ini tidak hanya digerakkan oleh ESDM dan PLN, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, BUMDes, hingga masyarakat lokal.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan bisa mempercepat penyelesaian proyek, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur energi yang dibangun.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X