INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon langka kepada Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, dari Oval Office Gedung Putih.
Dalam percakapan tersebut, Netanyahu menyampaikan permintaan maaf resmi terkait serangan Israel yang terjadi di Doha pada 9 September lalu.
“Israel tidak memiliki rencana untuk melanggar kedaulatan Anda lagi di masa mendatang, dan saya telah membuat komitmen itu kepada Presiden Trump,” tegas Netanyahu melalui pernyataan resmi.
Baca Juga: KPK Tegaskan Dukungan pada Prabowo: Berantas Korupsi di BUMN Tanpa Kompromi
Langkah ini muncul setelah ketegangan meningkat akibat insiden yang sempat memicu kemarahan Doha.
Meskipun Qatar sempat menolak menjadi mediator dalam konflik Gaza, negara Teluk ini kini menyatakan kesediaannya untuk kembali berperan dalam upaya perdamaian, dengan syarat kedaulatannya dihormati sepenuhnya.
Menurut Gedung Putih, Netanyahu menegaskan bahwa serangan itu ditujukan kepada Hamas dan bukan untuk merugikan Qatar. Ia menyatakan penyesalan mendalam karena insiden tersebut telah menimbulkan pelanggaran kedaulatan.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan 8 Terobosan Perumahan, MBR Kini Lebih Mudah Punya Rumah Pertama
“Saya ingin meyakinkan Anda bahwa Israel menargetkan Hamas, bukan Qatar,” ujar Netanyahu dalam pertemuan virtual yang berlangsung dengan penuh diplomasi.
Sementara itu, PM Qatar menekankan bahwa pelanggaran kedaulatan tidak dapat diterima. Namun, Doha tetap membuka pintu bagi keterlibatan internasional dalam mendorong stabilitas regional, termasuk mendukung jalur diplomasi untuk perdamaian Gaza.
Baca Juga: Ilham Habibie Kembali Diperiksa KPK, Terkait Dugaan Korupsi Proyek Iklan Bank BJB
Percakapan ini dianggap sebagai upaya meredakan ketegangan dan memperkuat komunikasi antara kedua negara yang selama ini memiliki hubungan kompleks, terutama di tengah konflik Timur Tengah yang semakin intens.
Dengan adanya permintaan maaf dan jaminan dari Netanyahu, Qatar diharapkan tetap bisa memainkan peran kunci sebagai mediator dan fasilitator dalam upaya menyelesaikan krisis kemanusiaan dan politik di Gaza, sekaligus menjaga stabilitas kawasan Teluk.***
Artikel Terkait
Era Baru Teknologi: Bill Gates Prediksi Tato Elektronik Bakal Geser Dominasi Smartphone
Trump dan Netanyahu Tawarkan Peta Jalan Perdamaian Gaza, Hamas Didesak Terima atau Hadapi Konsekuensi
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal IV Tembus 5,5 Persen, Investor Asing Diyakini Kian Percaya
Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen untuk Film Asing, Hollywood Disebut Jadi Korban Persaingan Global
Terungkap! Kuasa Hukum Beberkan Alasan Perceraian Pratama Arhan dan Azizah, Begini Katanya
BRI Konsisten Berdayakan UMKM hingga Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025
Ilham Habibie Kembali Diperiksa KPK, Terkait Dugaan Korupsi Proyek Iklan Bank BJB
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Desak Israel Disanksi UEFA, Singgung Kasus Rusia
Prabowo Luncurkan 8 Terobosan Perumahan, MBR Kini Lebih Mudah Punya Rumah Pertama
KPK Tegaskan Dukungan pada Prabowo: Berantas Korupsi di BUMN Tanpa Kompromi