Prabowo Canangkan 2.000 Desa Nelayan dan Cetak Sawah Baru, Target Sejahterakan Jutaan Warga

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 29 September 2025 | 20:46 WIB
Ilustrasi Pertanian (Foto : mosintuwu)
Ilustrasi Pertanian (Foto : mosintuwu)

INSIBERNEWS - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong kesejahteraan rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan. Dalam pidatonya di Jakarta, Senin (29/9/2025), ia mengumumkan rencana besar membangun hingga 2.000 desa nelayan serta membuka lahan sawah baru seluas 480 ribu hektare.

Prabowo menyampaikan bahwa program desa nelayan yang sudah dimulai saat ini masih dalam tahap 100 desa, namun jumlah itu akan digenjot menjadi minimal 1.000 desa pada 2026.

Bahkan, dalam jangka lebih panjang, targetnya mencapai 2.000 desa nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.

Baca Juga: Snapchat Batasi Penyimpanan Memori, Hadirkan Paket Berbayar Hingga 5TB

“Satu desa nelayan akan melibatkan sekitar 2.000 nelayan. Jadi kalau kita bisa bangun 2.000 desa, berarti ada 4 juta nelayan. Kalau dihitung dengan istri dan anak-anaknya, ada sekitar 16 juta rakyat yang bisa merasakan peningkatan penghasilan,” kata Prabowo penuh optimisme.

Ia menekankan bahwa setiap desa nelayan tidak hanya akan menjadi pusat aktivitas tangkap ikan, tetapi juga memiliki infrastruktur penunjang seperti gudang cold storage dan dermaga modern. Fasilitas ini penting agar hasil tangkapan tidak cepat rusak dan bisa didistribusikan lebih luas ke pasar.

Baca Juga: Buat Pemula, Jangan Lakukan Ini Kalau Baru Mulai Jadi Affiliator!

Program desa nelayan ini bukan sekadar wacana. Berdasarkan uji coba di Biak, Papua, penghasilan nelayan terbukti meningkat signifikan, bahkan ada yang naik 60 hingga 100 persen.

Menurut Prabowo, bukti lapangan ini menjadi dorongan untuk memperluas program ke seluruh wilayah pesisir Indonesia.

Selain desa nelayan, Prabowo juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan. Ia mengungkap rencana pemerintah mencetak sawah baru seluas 480 ribu hektare.

Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan harus jalan beriringan agar ketahanan pangan nasional terjaga dan rakyat tidak khawatir soal kebutuhan dasar.

Baca Juga: Asrama Santri di Sidoarjo Ambruk, Evakuasi Masih Berlangsung dengan Alat Berat

“Kalau pangan kita kuat, rakyat kita aman. Kalau nelayan sejahtera, petani juga sejahtera, maka Indonesia akan berdiri lebih tegak,” ujarnya.

Rencana ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru di desa-desa, baik di sektor produksi maupun distribusi. Dengan begitu, program ini tidak hanya menambah penghasilan masyarakat pesisir, tapi juga memperkuat fondasi ekonomi desa.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X