INSIBERNEWS - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan segan-segan menarik kembali anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bila hingga akhir Oktober penyerapan dananya masih berjalan lambat. Keputusan tersebut, menurutnya, sudah melalui pembahasan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menyebut langkah ini ditempuh agar dana negara tidak mengendap terlalu lama dan bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
“Kalau di akhir Oktober kita hitung penyerapannya cuma segitu, ya kita tarik lagi uangnya. Bisa kita alihkan ke pos lain, dipakai untuk mengurangi defisit, atau bahkan untuk menekan utang,” kata Purbaya saat berbicara dengan wartawan di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).
Ia mengaku sudah menyampaikan langsung rencana itu kepada Presiden Prabowo. Menurut Purbaya, Presiden justru memberi lampu hijau dan mendukung penuh kebijakan tersebut.
“Pak Prabowo bilang oke, bagus. Malah beliau mendorong agar kita bantu mempercepat penyerapan MBG,” ujarnya.
Namun, Purbaya menekankan bahwa jika tidak ada sanksi, maka pelaksana program bisa saja bekerja setengah hati.
“Kalau enggak ada konsekuensi, mereka santai-santai saja. Padahal kita mau program ini segera jalan, biar masyarakat cepat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Baca Juga: Menkeu Setujui Permintaan DPR Tambah Minyak Goreng 2 Liter untuk Bansos
Program MBG sendiri merupakan salah satu janji besar pemerintahan Prabowo yang menyasar peningkatan gizi anak sekolah. Harapannya, program ini bisa menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Meski demikian, hingga saat ini masih ada keluhan soal lambatnya penyerapan anggaran di lapangan. Sejumlah sekolah dan daerah belum siap dengan infrastruktur pendukung, mulai dari dapur umum hingga sistem distribusi bahan makanan. Hal inilah yang membuat realisasi anggaran belum sesuai target.
Baca Juga: Rahasia Manfaat Konsumsi Belut untuk Pemulihan Pascaoperasi, Ternyata Punya Khasiat Mantap!
Untuk mengatasi hambatan itu, Kementerian Keuangan akan mengirimkan tim khusus guna membantu percepatan serapan anggaran MBG. Tim ini diharapkan mampu mengurai kendala administratif maupun teknis yang kerap memperlambat jalannya program.
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan menarik kembali anggaran bukanlah bentuk hukuman, melainkan langkah realistis agar uang negara bisa tetap produktif.
Artikel Terkait
Andy Noya, Kenang Integritas Almarhum Aktor Sophan Sophiaan Yang Gak Kuat Hidup Jadi Anggota DPR : Hati Nuraniku Memberontak
Yurike Sanger, Istri Ke-7 Presiden Soekarno Tutup Usia di Amerika
Walikota Prabumulih, Arlan Minta Maaf Karena Telah Mencabut Jabatan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Akui Tidak Bisa Mengontrol Diri
Selami Dunia Content Creator, CoreLab Promedia 2025 Bakal Meluncur ke Kampus Unesa Surabaya
KPK Buru ‘Juru Simpan’ Uang Panas Dugaan Korupsi Kuota Haji, Kerugian Ditaksir Rp1 Triliun
Geger! Pria Lansia Ditemukan Tewas di Kali Sentiong, Diduga Terpeleset Saat Sendirian
AS Kembali Veto Resolusi DK PBB Soal Gaza, Kian Terpojok di Panggung Dunia
Rahasia Manfaat Konsumsi Belut untuk Pemulihan Pascaoperasi, Ternyata Punya Khasiat Mantap!
Menkeu Setujui Permintaan DPR Tambah Minyak Goreng 2 Liter untuk Bansos
Polisi Geledah Rumah Mantan Rapper D4vd atas Dugaan Kasus Pembunuhan di Tesla, Identitas Korban Terungkap