Kasus Keracunan MBG Lagi, Pelajar di 6 Daerah Berbeda Tumbang hingga Dilarikan ke RS

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 18 September 2025 | 15:18 WIB
Ilustrasi MBG  (X.com/@ristyardhini)
Ilustrasi MBG (X.com/@ristyardhini)

Dari jumlah itu, 19 siswa sekolah di wilayah Kadungora, Garut, harus dirawat intensif di sejumlah rumah sakit wilayah setempat.

3. Sumbawa, NTB
Pada Selasa, 16 September 2025, keracunan massal juga melanda ratusan siswa yang diduga setelah mengonsumsi makanan dari program MBG juga terjadi di Empang, Sumbawa.

Baca Juga: 20 Tahun Hidup Hanya untuk Kerja, Leeteuk Super Junior Akui Tak Pernah Punya Teman Seleb

Ironisnya, Pihak pemerintah Desa Gapit, Empang, menyebut ruangan Puskesmas Empang penuh sehingga teras hingga membuat ruang mushola digunakan untuk merawat korban.

Dalam rinciannya, sejumlah siswa yang terdampak dalam kasus ini, yakni para pelajar dari MTSN 2 sebanyak 94 orang, MIN 3 ada 20 orang, lalu terdapat siswa MAN 3 sebanyak 11 orang, dan siswa SMPN 3 sebanyak 2 orang.

4. Baubau, Sulawesi Tenggara
Pada Selasa, 16 September 2025, diketahui terdapat 37 siswa SMA Negeri 7 dan SD Hidayatullah Baubau mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG.

Baca Juga: Indonesia Kekurangan Pemimpin? Erick Thohir Rangkap Jabatan Jadi Menteri Sekaligus Ketua Umum PSSI

Kepala Dinas Kesehatan Baubau, Fanti Frida Yanti sempat menjelaskan sampel makanan sudah diambil untuk uji laboratorium.

Dalam kasus ini, ada sebanyak 37 siswa yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas dan sebagian besar diklaim sudah pulang pada sore harinya.

Pihak Sekolah SMA Negeri 7 Baubau juga menambahkan, terdapat dugaan kuat keracunan berasal dari ayam yang berbau tidak sedap dalam menu MBG.

Baca Juga: Kasus Ridwan Kamil vs Lisa Mariana Masuk Tahap Mediasi, Bareskrim Jadi Penengah

5. Gunungkidul, Yogyakarta
Pada Senin, 15 September 2025, terdapat 19 siswa dari tiga sekolah di Semin juga dilaporkan mengalami keracunan yang diduga setelah mengonsumsi menu MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono telah menyatakan, pihaknya langsung melakukan uji sampel makanan di laboratorium usai kejadian tersebut.

Deretan kasus dalam tersebut menjadi alarm serius terhadap pelaksanaan program MBG di lingkungan sekolah SD hingga SMA.

Terlebih, distribusi makanan gratis ini melibatkan banyak pihak, mulai dari dapur penyedia, sekolah, hingga pengawas di lapangan.***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X