INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, buka suara terkait serangan Israel ke Qatar yang berlangsung pekan lalu. Trump menegaskan dirinya sama sekali tidak diberitahu terlebih dahulu oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelum serangan itu dilancarkan.
Pernyataan tersebut muncul pada Senin (15/9/2025), setelah media Axios melaporkan bahwa Netanyahu sempat memberi tahu Trump sesaat sebelum operasi militer dilakukan.
Namun, menurut Trump, informasi baru sampai ke pihaknya setelah rudal ditembakkan, sehingga tidak ada ruang bagi Washington untuk menolak atau menghentikan serangan tersebut.
Baca Juga: Pencinta Matcha Wajib Tahu, Ternyata Banyak Manfaatnya untuk Kecantikan
“Kami tidak diberi waktu untuk menolak atau membicarakan hal itu. Informasi baru sampai setelah serangan sudah berjalan,” kata Trump, menepis laporan yang menyebut dirinya mengetahui lebih awal.
Laporan Axios mengutip pejabat Israel yang menyatakan Gedung Putih sebenarnya sudah mengetahui rencana itu. Meski begitu, mereka mengakui waktu yang tersedia untuk membatalkan operasi hampir tidak ada.
Hal ini menimbulkan pertanyaan soal transparansi komunikasi antara Tel Aviv dan Washington.
Baca Juga: Erick Thohir Layangkan Protes ke FIFA soal Wasit di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Serangan udara Israel di Qatar pada Selasa lalu menargetkan salah satu pemimpin politik Hamas. Aksi militer tersebut memperluas operasi Israel di kawasan Timur Tengah yang belakangan terus memanas.
Namun langkah ini justru menuai kritik internasional karena dianggap bisa memperburuk konflik di wilayah yang sudah rentan.
Sejumlah negara Arab mengecam keras tindakan Israel. Mereka menilai serangan ini bukan hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga berpotensi memperluas lingkaran kekerasan di Timur Tengah. Beberapa analis bahkan menyebut Qatar bisa terseret lebih jauh dalam konflik yang sebelumnya lebih banyak berpusat di Gaza dan Lebanon.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Pertamina Tak Lakukan Monopoli, Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Masih Jadi Sorotan
Trump sendiri menegaskan Amerika Serikat tidak terlibat dalam keputusan militer Israel tersebut. Ia menolak anggapan bahwa pemerintahan Washington memberi lampu hijau atas operasi yang menargetkan Qatar.
“Kami tidak terlibat dalam keputusan itu. Itu sepenuhnya langkah Israel,” tegas Trump.
Artikel Terkait
Kasus Vadel Badjideh dan Anak Nikita Mirzani Makin Panas, Kuasa Hukum: Dakwaan Ngawur!
Demi Masa Depan Anak, Aji Darmaji Tempuh Jalur Hukum Usai Kepergian Mpok Alpa
Tarif Transportasi Umum di Jakarta Turun Jadi Rp1, Catat Tanggalnya!
Heboh! Park Bo Gum Bikin Netizen Kaget, Tegur Fans Indonesia Langsung di Twitter
Miskah Shafa, Kakak Ipar Fadil Jaidi, Curhat Robekan 20 Jahitan Usai Lahiran
Larissa Chou Sindir Suami Tak Nafkahi Istri, Rumah Tangganya dengan Ikram Rosadi Terancam?
DPR RI Soroti Fenomena Buzzer, Usulkan Warga Hanya Punya 1 Akun di Medsos
Pemerintah Tegaskan Pertamina Tak Lakukan Monopoli, Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Masih Jadi Sorotan
Erick Thohir Layangkan Protes ke FIFA soal Wasit di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pencinta Matcha Wajib Tahu, Ternyata Banyak Manfaatnya untuk Kecantikan