“Presiden tidak boleh abai. Jika Kapolri tidak mampu membawa perubahan, maka pencopotan harus dilakukan. Pembiaran hanya akan memperkuat budaya kekerasan aparat,” tegas YLBHI.
Gelombang kritik terhadap Polri ini diperkirakan tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menyatakan siap mengawal isu ini dan terus mendesak perubahan mendasar pada tubuh kepolisian.
Bagi mereka, reformasi Polri bukan sekadar pergantian sosok di pucuk pimpinan, tetapi juga pembenahan kultur dan sistem yang selama ini dianggap mengabaikan kepentingan rakyat.
Artikel Terkait
Waspada Oli Palsu: Tips Ampuh Lindungi Mesin Motor dari Kerusakan
18 Nama Usulan Prabowo Bakal Diseleksi DPR untuk Ketua-Anggota BPH Migas
Puan Maharani Melayat dan Pastikan Bantuan untuk Keluarga Affan Kurniawan
Gaji Tetap vs Upah Per-Jam: Pilih Sistem yang Tepat untuk Stabilitas Finansial dan Gaya Hidup
Kementerian Transmigrasi Percepat Penyelesaian Sertifikasi Lahan untuk Hindari Konflik
PLN Genjot Energi Panas Bumi di Bengkulu, Targetkan Tambah Kapasitas Listrik 220 MW
Mauro Zijlstra Resmi Jadi WNI, Siap Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia
Pertandingan Persita vs Semen Padang Ditunda Imbas Situasi Kamtibmas di Banten
Kericuhan di Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni, Warga Rusak dan Menjarah Kediaman
Mandat UNIFIL Berakhir, PBB Siap Tarik Pasukan Penjaga Perdamaian dari Lebanon