INSIBERNEWS - Gelombang massa buruh kembali turun ke jalan pada Kamis (28/8/2025). Aksi damai digelar di depan Istana Merdeka dan Gedung DPR RI Jakarta sejak pagi hari, tepat pukul 09.00 WIB.
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dituangkan dalam surat resmi bertanggal 8 Agustus 2025 dengan nomor 494/DEN-KSPI/VIII/2025.
Baca Juga: Dari Ojol hingga Wamenaker, Karier Noel Ebenezer Kini Tumbang Usai Jadi Tersangka KPK
Surat tersebut memerintahkan jajaran Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) beserta perangkat organisasinya untuk ikut serta dalam aksi damai. Instruksi ini lantas diturunkan hingga ke struktur bawah agar memastikan partisipasi buruh di berbagai daerah.
Tidak hanya di Jakarta, aksi juga dilakukan serentak di Jawa Barat dan Banten. Di dua provinsi tersebut, buruh menggelar aksi di depan Kantor Gubernur serta kantor kepala daerah masing-masing. Seruan serentak ini diharapkan memperkuat pesan yang hendak disampaikan para buruh kepada pemerintah pusat maupun daerah.
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Dinilai Bisa Tekan Industri Otomotif Lokal, Target Produksi Terancam Meleset
Dari surat yang beredar, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai ribuan orang. Di Jakarta sendiri, tercatat sekitar 800 buruh turut hadir, ditambah perwakilan perangkat FSPMI sebanyak 50 orang. Mereka datang dengan atribut organisasi dan menyuarakan aspirasi secara tertib.
Aksi kali ini disebut sebagai aksi damai. Tidak ada agenda anarkis ataupun tindakan provokatif yang direncanakan.
Buruh menekankan bahwa tujuan utama mereka adalah menyampaikan tuntutan kepada pemerintah terkait kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada pekerja.
Baca Juga: Song Da Eun Jadi Sorotan, Rumor Pacaran dengan Jimin BTS Mencuat Lagi
Meski begitu, aparat keamanan tetap disiagakan di sejumlah titik strategis. Polisi terlihat mengatur lalu lintas di sekitar lokasi aksi agar tidak menimbulkan kemacetan panjang, terutama di area depan Gedung DPR RI yang kerap menjadi titik padat kendaraan.
Buruh yang hadir membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Beberapa di antaranya terkait revisi aturan turunan dari UU Cipta Kerja, kenaikan upah, serta perlindungan hak-hak pekerja di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Ashanty Hidupkan Lagi Toko Kuenya, Lumiere Siap Buka 1 September dengan Wajah Baru
Di sela-sela aksi, sejumlah orator dari KSPI dan FSPMI menyampaikan pesan agar massa menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi.
Artikel Terkait
PK Silfester Matutina Gugur, Hakim Sebut Alasan Mangkir Tak Jelas
Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Atasi Kelangkaan BBM di SPBU Swasta
Usai Viral Nafa Urbach Dukung Soal Tunjangan DPR, Kini Ia Janji Akan Alokasi Gaji dan Tunjangannya Untuk Masyarakat dan Guru
Indro Warkop TanggapI Soal Joget DPR dan Ramai Tunjangan : Mohon Maaf Saya Gak Pernah Milih Mereka
Ashanty Hidupkan Lagi Toko Kuenya, Lumiere Siap Buka 1 September dengan Wajah Baru
Pajak Rokok Mulai Berlaku di Jakarta, Dana Bakal Dialihkan untuk Layanan Publik dan Kesehatan
Polisi Ingatkan Massa Demo Buruh, Jangan Sibuk Live TikTok Demi Gift
Song Da Eun Jadi Sorotan, Rumor Pacaran dengan Jimin BTS Mencuat Lagi
Insentif Mobil Listrik Dinilai Bisa Tekan Industri Otomotif Lokal, Target Produksi Terancam Meleset
Dari Ojol hingga Wamenaker, Karier Noel Ebenezer Kini Tumbang Usai Jadi Tersangka KPK