Zelensky Tegaskan Ukraina Tak Akan Kalah di Tengah Perang dan Tekanan Diplomasi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 25 Agustus 2025 | 08:34 WIB
Presiden Ukraina - Zelensky (Foto : Democracy Now)
Presiden Ukraina - Zelensky (Foto : Democracy Now)

INSIBERNEWS - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mengobarkan semangat rakyatnya di tengah peringatan Hari Kemerdekaan yang jatuh pada Minggu (24/8/2025).

Dalam pidato yang disiarkan lewat televisi nasional, ia menegaskan bahwa meski Ukraina masih berada dalam cengkeraman perang melawan Rusia, tekad mereka untuk bertahan dan merdeka tidak akan pernah padam.

Baca Juga: Hamas Ajak Umat Muslim Padati Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dengan Pemukim Israel

“Ukraina memang belum menang, tetapi sudah pasti tidak akan kalah,” ucap Zelensky dengan nada penuh keyakinan.

Kalimat itu seolah menjadi jawaban atas keraguan banyak pihak terhadap masa depan perang yang kini memasuki tahun ketiga.

Menurut Zelensky, perjuangan yang sedang berlangsung bukan hanya soal merebut kembali wilayah yang diduduki, tetapi juga tentang menjaga harga diri dan martabat sebuah bangsa. Ia menekankan, meski sebagian wilayah masih dikuasai militer Rusia, semangat persatuan rakyat tidak pernah goyah.

Baca Juga: Tren Modifikasi Body Motor 2025: Dari Street Fighter sampai Retro Classic

“Kita tetap satu Ukraina, satu keluarga. Dan pada akhirnya kita akan berkumpul kembali dalam rumah yang sama,” tambahnya, menegaskan keyakinan bahwa semua wilayah yang hilang akan kembali berada dalam kendali Kyiv.

Pidato tersebut datang di saat diplomasi internasional kembali bergeliat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong agar pembicaraan damai segera digelar, meski banyak pihak menilai posisi Ukraina dan Rusia masih terlalu jauh untuk bisa mencapai titik temu.

Baca Juga: Impor Mobil CBU Juli 2025 Melonjak, BYD Jadi Raja Pasar dari China

Zelensky pun menanggapi seruan itu dengan hati-hati. Ia menyebut Ukraina tidak akan pernah lagi menerima tawaran yang hanya akan menguntungkan Moskow.

“Kami tidak akan menerima penghinaan yang disebut kompromi oleh Rusia,” tegasnya.

Meski tekanan diplomasi terus datang dari luar, Zelensky berusaha meyakinkan masyarakat bahwa arah perjuangan tetap jelas. Ukraina akan bertahan di medan tempur, namun juga membuka ruang diplomasi yang adil, bukan diplomasi yang mengorbankan kedaulatan.

Baca Juga: BI Siapkan QRIS Lintas Negara dengan China, Ditargetkan Meluncur Akhir 2025

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X