"Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang kuat dengan kinerja yang positif terhadap dinamika global yang terjadi," katanya.
Lebih jauh, permodalan perbankan juga masih kuat. Berdasarkan data Juni 2025, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 25,81 persen.
Angka ini mengindikasikan bahwa perbankan Indonesia siap menghadapi potensi risiko, terutama di tengah ketidakpastian global.
Dengan tata kelola yang baik dan penerapan prinsip kehati-hatian, OJK optimistis fungsi intermediasi perbankan tetap berlanjut secara sehat, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.***
Artikel Terkait
Terkait Kebijakan Kenaikan Pajak Daerah, Gubernur Sulawesi Selatan Minta Ditunda
Berbeda Jauh, Ketum KSPI Kecam Jurang Pendapatan Pejabat DPR RI dengan Buruh di Indonesia
Bukan Proyek Mangkrak, Wapres Gibran Sebut IKN Sebagai Bukti Pembangunan Tak Lagi Jawa Sentris
Punya Bibir Kering? Berikut Tips Memilih dan Rekomendasi Lipstik yang Bikin Penampilan Makin Stunning!
BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Korban Terdampak Bencana Gempa Poso