Kadin Dorong UMKM Indonesia Jadi Pemain Utama di Pasar Halal Global

Photo Author
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 17:14 WIB
Sertifikasi Halal (Kemenag)
Sertifikasi Halal (Kemenag)

INSIBERNEWS - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai tren permintaan produk halal di pasar global semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Kondisi ini seharusnya menjadi peluang emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Penutupan Retreat Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam industri halal bukan sekadar opsi, melainkan keharusan.

Menurutnya, kebutuhan produk halal tidak lagi terbatas di negara-negara mayoritas muslim, melainkan sudah menjadi standar baru di banyak negara.

“Setiap kali saya berkunjung ke luar negeri, bahkan ke Rusia dan Brasil, mereka selalu menyinggung soal produk halal. Presiden Peru bahkan pernah datang khusus ke kantor Kadin hanya untuk membicarakan kerja sama terkait produk halal,” ujar Anindya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Bidang Koperasi dan UMKM, Kamis (21/8).

Baca Juga: Kehidupan Bali Tak Seindah Dugaan, Tengku Dewi Akui Rindu Jakarta

Ia menambahkan, pasar halal kini mencakup beragam sektor, bukan hanya makanan dan minuman, tetapi juga kosmetik, farmasi, hingga pariwisata. Karena itu, UMKM di Indonesia perlu mulai bertransformasi agar produknya sesuai dengan standar halal internasional yang diakui dunia.

Potensi Indonesia dalam industri halal sendiri sangat besar. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia bukan hanya konsumen, tetapi juga berpeluang menjadi produsen utama yang bisa menembus pasar global.

Namun, untuk bisa bersaing, UMKM harus mendapat dukungan dari sisi sertifikasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan kualitas produk.

Baca Juga: Rahasia Dibalik Bandana Ikonik G-dragon Terungkap, Begini Faktanya!

Menurut data yang dipaparkan Kadin, nilai pasar halal dunia diperkirakan menembus lebih dari USD 3 triliun pada 2030. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran konsumen global terhadap produk yang higienis, sehat, dan etis.

Anindya optimistis, jika UMKM mampu memanfaatkan momentum ini, Indonesia bisa menjadi pusat industri halal dunia.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga citra bangsa. Produk halal Indonesia bisa menjadi simbol kualitas dan kepercayaan di pasar internasional,” katanya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X