PM Malaysia–Prabowo Bakal Duduk Bareng di Jakarta, Siap Kawal ASEAN dan Pererat Kerja Sama Tetangga Dekat

Photo Author
- Minggu, 27 Juli 2025 | 17:11 WIB
Moment Presiden Prabowo bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto : BPMI Setpres)
Moment Presiden Prabowo bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto : BPMI Setpres)

INSIBERNEWS - Jakarta bakal jadi saksi momen penting antara dua pemimpin Asia Tenggara, saat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan tiba pada 28 hingga 29 Juli 2025 untuk melaksanakan Konsultasi Tahunan ke-13 dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ini bukan sekadar kunjungan biasa—pertemuan ini merupakan salah satu forum bilateral tertinggi yang mempertemukan dua negara bertetangga dengan sejarah panjang dan ikatan kuat.

Baca Juga: Miris! Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Jalur Gunung Slamet, Jenazah Sudah Dievakuasi SAR Cilacap

Pertemuan tahun ini terasa lebih spesial karena jadi yang pertama sejak Prabowo resmi menjabat sebagai presiden. Dalam suasana kepemimpinan baru ini, banyak pihak menaruh harapan bahwa kerja sama Indonesia–Malaysia akan semakin produktif dan punya arah yang lebih konkret.

Tak datang sendirian, Anwar Ibrahim membawa serta rombongan besar yang terdiri dari para pejabat strategis. Mulai dari Premier Sarawak Abang Johari, Kepala Menteri Sabah Hajiji Noor, hingga sejumlah menteri penting seperti Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution, dan Menteri MITI Tengku Zafrul. Komposisi ini menunjukkan bahwa Malaysia membawa agenda serius, bukan sekadar basa-basi diplomatik.

Baca Juga: Ruben Onsu Ungkap Betrand Peto jadi Orang Pertama yang Ngasih Selamat Idul Fitri Usai Mualaf

Dalam konsultasi kali ini, sejumlah topik berat akan dibicarakan. Isu perdagangan lintas negara, investasi, pertahanan, hingga keamanan wilayah perbatasan jadi sorotan utama.

Tak hanya itu, sektor lain seperti ketahanan pangan, pendidikan, dan konektivitas antarwilayah juga masuk ke dalam daftar pembahasan.

Ini menunjukkan bagaimana kedua negara ingin menjalin kerja sama yang tidak sebatas simbolik, tetapi berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga: GIIAS 2025 Resmi Dibuka: Mobil Listrik, Merek Baru, dan Inovasi Ramah Lingkungan Warnai Panggung Otomotif

Pembicaraan juga akan merambah ke isu-isu kawasan dan global. Dengan posisi strategis di jantung Asia Tenggara, baik Indonesia maupun Malaysia punya tanggung jawab menjaga stabilitas regional.

Oleh karena itu, topik seperti ketegangan geopolitik, isu kemanusiaan, dan masa depan ASEAN kemungkinan besar akan jadi bagian penting dalam dialog dua pemimpin tersebut.

Baca Juga: Modus Curang Beras Oplosan di Pekanbaru Terbongkar, Polisi Sita 9 Ton dan Tangkap Satu Pelaku

Dari pertemuan ini, direncanakan akan ada penandatanganan setidaknya empat nota kesepahaman atau MoU.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X