INSIBERNEWS - Praktik nakal perdagangan pangan kembali terbongkar. Kali ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menggerebek sebuah toko distributor beras di Kota Pekanbaru yang kedapatan melakukan pengoplosan beras dengan modus penipuan kemasan dan harga.
Satu orang pelaku diamankan dan sembilan ton beras oplosan berhasil disita dari lokasi kejadian.
Baca Juga: NewJeans Dinyinyiri Soal Alkohol, Padahal Lagi Jalani Pengobatan Depresi Gegara Konflik Agensi
Penggerebekan ini berlangsung di sebuah toko yang berlokasi di Jalan Pemasyarakatan, Kelurahan Cinta, Kecamatan Sail, Pekanbaru. Dari hasil penelusuran polisi, pelaku yang diketahui berinisial L diduga sudah lama menjalankan praktik curang tersebut.
Ia mencampurkan beras kualitas rendah—bahkan ada yang kategori beras reject—kemudian mengemasnya ulang menggunakan karung beras subsidi Bulog berlabel SPHP seberat lima kilogram.
Baca Juga: Viral! Moment Haruka Nangis Saat Konser JKT48, Teriakan Encore Malah Disoraki Penonton
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan bahwa pelaku menjual beras oplosan tersebut dengan harga tinggi, sekitar Rp13.000 per kilogram.
Padahal, modal yang dikeluarkan pelaku hanya sekitar Rp6.000 hingga Rp8.000 per kilogram. Dengan begitu, keuntungan yang diraup bisa dua kali lipat dari harga modal.
Baca Juga: Ingin Serius ke Jenjang Pernikahan? Pastikan Kamu Sudah Siap dengan 5 Hal Penting Ini
"Modusnya cukup rapi. Mereka beli beras medium atau beras sisa penyortiran yang kualitasnya rendah, lalu dikemas ulang seolah-olah itu beras subsidi dari Bulog," ujar Herry Heryawan saat konferensi pers di Pekanbaru.
Tak hanya menyalahgunakan label SPHP Bulog, pelaku juga diketahui membuat kemasan palsu beras premium untuk beras dengan kualitas rendah. Beras ini kemudian disebar ke sejumlah toko sembako dan minimarket yang ada di Kota Pekanbaru tanpa menyadari isi aslinya.
Baca Juga: Kenali 5 Tanda Kucingmu Mungkin Terinfeksi Rabies, Jangan Diabaikan!
Menurut keterangan penyidik, produk beras oplosan tersebut telah beredar di puluhan titik penjualan. Polisi tengah menelusuri jaringan distribusi beras ini dan memastikan apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam rantai pasokannya.
“Yang kami sita sementara ini sembilan ton. Tapi kami menduga jumlah aslinya jauh lebih besar karena pelaku diduga sudah menjalankan praktik ini sejak beberapa waktu lalu,” tambah Kapolda.
Artikel Terkait
Caren Delano Sudah Lakukan Oplas Hidung, Ia Ungkap Belum Percaya Diri Dan Suka Pakai Kaca Mata Untuk Menutup Ketidak Pedean
Belum Ada Wacana Gibran Pindah Kantor ke IKN, Istana: Fokus Kita Selesaikan Infrastruktur Dulu
Macron Siap Akui Palestina September 2025, Prancis Ambil Sikap Tegas di Tengah Krisis Gaza
Ruben Onsu Santai Lihat Anak Dekat dengan Giorgio Antonio: Selama Diperlakukan Baik, Gue Nggak Masalah
Mayat dalam Kardus Gegerkan Gresik, Ditemukan Warga Saat Cari Rumput di Pinggir Jalan
RI–Tiongkok Sepakat Kembangkan AI untuk Sektor Pertanian dan Perikanan, Meutya Hafid: Kami Butuh Mitra Andal
Kenali 5 Tanda Kucingmu Mungkin Terinfeksi Rabies, Jangan Diabaikan!
Ingin Serius ke Jenjang Pernikahan? Pastikan Kamu Sudah Siap dengan 5 Hal Penting Ini
Viral! Moment Haruka Nangis Saat Konser JKT48, Teriakan Encore Malah Disoraki Penonton
NewJeans Dinyinyiri Soal Alkohol, Padahal Lagi Jalani Pengobatan Depresi Gegara Konflik Agensi