Transformasi ini mencakup penguatan aspek bisnis, tata kelola, manajemen risiko, hingga digitalisasi operasional, yang semuanya mengarah pada visi BRI menjadi The Most Profitable Bank di Asia Tenggara pada 2030.
“Kami tetap fokus pada penguatan fundamental baik dari sisi pendanaan, penyaluran kredit yang berkualitas, peningkatan kapabilitas digital, penerapan manajemen risiko yang memadai hingga pengembangan SDM,” ujar Hery.
Baca Juga: Titah Presiden Prabowo Minta Polisi Turun ke Rakyat, Tuk Merasakan Pedihnya Kesulitan Warga RI
Transformasi ini sejalan dengan koridor pembangunan nasional Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menunjukkan keseriusan BRI dalam menjalankan mandat sebagai bank milik negara dan rakyat Indonesia.
BRI juga terus menunjukkan komitmen terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) di tengah proses penegakan hukum yang sedang berjalan terkait dugaan pengadaan mesin EDC periode 2020–2024.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi BRI menjaga kepercayaan pasar, bahwa meskipun tantangan muncul, perusahaan tetap solid dalam mematuhi regulasi dan menjaga kelangsungan bisnis secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
BRI Berfokus pada Penguatan Fundamental dan Transformasi di Seluruh Aspek
Klaster Susu di Ponorogo Manfaatkan Fasilitas Pembiayaan dan Transaksi dari BRI hingga Berhasil Tingkatkan Kapasitas Produksi
Bangga! UMKM Kuliner Binaan BRI Ini Berhasil Ekspansi Pasar Internasional
Momen Pertemuan Prabowo dan Pangeran MBS, Bahas Peningkatan Fasilitas Kesehatan dan Pelayanan Haji
Dorong Transisi Energi Terbarukan, Danantara Bersama ACWA Power Teken Investasi Rp162 Miliar!