Kontrak layanan resmi akan ditandatangani mulai November 2025, dan semua pembayaran besar seperti hotel dan tenda ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2025.
Baca Juga: Lurah Pinjam Uang ke PPSU, Gubernur Pramono Anung Langsung Ambil Tindakan Tegas
Penerbitan visa akan dimulai pada 8 Februari 2026 dan ditutup pada 20 Maret 2026. Setelah itu, data kedatangan awal atau Pre-Arrival Data akan dimasukkan mulai 25 Maret, sebelum kedatangan jemaah dimulai pada pertengahan April 2026.
Sementara itu, untuk kuota resmi haji 2026, Arab Saudi belum mengeluarkan keputusan final. Pengumuman kuota setiap negara baru akan dilakukan pada 10 Juli 2026 mendatang, atau sekitar dua bulan sebelum musim haji dimulai.
Baca Juga: Sempat Curhat Suaminya Kecanduan Judol, Chikita Meidy Kini Justru Dilaporkan KDRT
Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan Arab Saudi dalam mengejar kualitas pelayanan haji yang lebih baik dari tahun ke tahun.
Di sisi lain, Indonesia sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia juga dituntut siap dan sigap dalam menyesuaikan diri dengan skema baru yang semakin ketat dan sistematis.
Artikel Terkait
Tarif Ojol Bakal Naik? Kemenhub Finalisasi Aturan, Kenaikan Capai 15 Persen
Subsidi Listrik 2026 Diusulkan Capai Rp104 Triliun, Fokus untuk Warga Tak Mampu dan Daerah 3T
Sempat Curhat Suaminya Kecanduan Judol, Chikita Meidy Kini Justru Dilaporkan KDRT
Lurah Pinjam Uang ke PPSU, Gubernur Pramono Anung Langsung Ambil Tindakan Tegas
Masuk Musim Kemarau, Tapi Udara Semakin Sejuk? Simak Alasannya Berikut Ini!
Tragis! Lansia Tewas Terjebak Api, Kebakaran Hanguskan Rumah di Ciracas
ANTAM Bersama IBC Wujudkan Ekosistem Industri EV Terintegrasi bersama CBL
Pajero Rem Mendadak, Truk Hantam dari Belakang di Tol Kebon Bawang
Semakin Praktis, Melalui Fitur Loan On App di Super App BRImo Nasabah Kini Bisa Cairkan Limit Kartu Kredit ke Rekening Tabungan!
Jabatan Dubes Kosong di Negara Penting, Menlu Sugiono Akui Kecolongan dan Janjikan Perbaikan Cepat