Berhasil Dievakuasi, Berikut Cerita WNI yang Saksikan Konflik Iran dengan Israel: Tiap Malam Ada Serangan!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 25 Juni 2025 | 18:33 WIB
Ilustrasi potret Iran (Istimewa )
Ilustrasi potret Iran (Istimewa )

INSIBERNEWS - Beberapa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik antara Iran dan Israel dilaporkan telah menerima upaya evakuasi.

Usai berhasil dievakuasi dan tiba di Tanah Air, Ali Murtado, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Kota Qom, Iran, membagikan cerita menegangkan yang ia alami selama berada di daerah konflik.

Ali berada di Teheran, ibu kota Iran, saat konflik bersenjata pecah antara dua negara tersebut. Awalnya Ali mendapatkan informasi evakuasi lewat grup WhatsApp yang berisikan sesama WNI yang saat itu terjebak di wlayah konflik di Iran.

Baca Juga: Terjatuh Saat Pra Rekaman, Natty KISS OF LIFE Dilarikan Ke Rumah Sakit!

Setelah menerima informasi tersebut Ia pun berangkat dari Qom untuk menuju ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.

"Kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel," kata Ali di Bandara Soekarno-Hatta kepada awak media, dikutip Rabu 25 Juni 2025.

Berbeda dengan situasi di Kota Qom yang relatif tenang, Ali menggambarkan Teheran sebagai zona konflik aktif.

Baca Juga: Operasional Whoosh Terganggu, PT KCIC : Layang-Layang Menjadi Penyebabnya

Di sana, Ia bahkan mengaku menyaksikan langsung bagaimana masyarakat setempat memilih mengungsi demi keselamatan.

"Masyarakat Teheran itu sebagian besar keluar dari Teheran (mengungsi), mungkin mereka takut karena setiap malam ada serangan di sana," ungkapnya.

Berkat sistem pertahanan udara Iran, Ali menyebut bahwa serangan Israel tidak sampai menghantam langsung wilayah Teheran.

Baca Juga: Tak ajukan banding, NewJeans Bakal Kembali ke ADOR?

"Beruntung dari serangan yang dilancarkan Israel itu tidak ada yang mampu jatuh ke Tanah Teheran," tuturnya.

Adapun kesulitan selama proses evakuasi, seperti pemadaman akses komunikasi oleh pemerintah Iran, sebagai bentuk pengamanan selama konflik berlangsung membuat Ali tak bisa berkomunikasi dengan keluarganya yang menanti di Indonesia.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X