AS Perketat Akses Teknologi untuk China, dari Visa Mahasiswa hingga Ekspor Chip

Photo Author
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:34 WIB
Donald Trump - Presiden Terpilih Amerika Serikat  (foto: Istimewa)
Donald Trump - Presiden Terpilih Amerika Serikat (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Pemerintah Amerika Serikat kembali mengetatkan langkah-langkah pembatasan terhadap China, kali ini dengan menargetkan sektor teknologi dan dunia pendidikan.

Serangkaian kebijakan baru diberlakukan untuk mempersempit akses Beijing terhadap teknologi penting, termasuk larangan ekspor perangkat lunak sensitif, komponen strategis seperti desain chip, dan bahkan mesin jet. Selain itu, kebijakan visa bagi mahasiswa asal China juga diperketat.

Baca Juga: Ekspor Kelapa Masih Digodok, Mentan: Yang Penting Petani Bisa Hidup Bahagia

Langkah ini menegaskan bahwa meskipun tensi tarif dagang sempat mereda, konflik strategis antara dua negara ekonomi raksasa ini masih jauh dari selesai.

Dilaporkan oleh Bloomberg, Jumat (30/5/2025), kebijakan baru ini tidak sekadar soal perdagangan, tapi menyentuh isu yang lebih dalam seperti dominasi teknologi global, keamanan nasional, serta pengaruh ideologi.

Baca Juga: Final Liga Champions: PSG vs Inter, Duel Penebusan Luka Lama di Allianz Arena

Salah satu kebijakan yang memicu kontroversi paling besar adalah pembatasan visa untuk mahasiswa asal China. Pemerintah AS menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi untuk mencegah infiltrasi ideologis dan pengaruh Partai Komunis China di sektor akademik.

Namun, kebijakan ini langsung dikecam Beijing yang menilainya sebagai bentuk diskriminasi sistematis terhadap warganya.

Baca Juga: Pulih Setelah Hancur: Palestina Butuh Puluhan Tahun Bangkit dari Dampak Perang

Walau hingga kini China belum mengambil langkah balasan yang eksplisit, banyak analis menilai respons itu lebih kepada strategi menahan diri demi mencegah ketegangan memburuk.

Namun ketegangan tetap terasa, terutama karena kebijakan AS turut menyasar kolaborasi akademik antara universitas-universitas besar seperti Harvard dan mitra institusi dari China.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Muncul di Limbah California, Waspada Menjelang Musim Dingin

Tak hanya visa dan ekspor teknologi, pemerintah AS juga memperketat pengawasan atas kerja sama riset dan pertukaran ilmiah. Beberapa kampus besar kini ditekan untuk mengungkap sejauh mana hubungan mereka dengan entitas bisnis asal China.

Di sisi lain, ada pula wacana pembatasan penerimaan mahasiswa internasional dalam program-program tertentu yang dianggap sensitif.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X