INSIBERNEWS - Mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih, pihak kepolisian bersama pengelola jalan tol Jasa Marga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow di ruas Tol Jagorawi.
Sistem ini mulai diberlakukan sejak Sabtu pagi, tepatnya pukul 06.15 WIB, guna memperlancar arus kendaraan yang mengarah ke wilayah selatan Jawa Barat tersebut.
Baca Juga: Jaringan Aborsi Ilegal di Makassar Terungkap, Mantan Pemilik Apotek Ikut Terlibat
"Contraflow dibuka dari KM 44+400 sampai KM 46+400 arah Puncak. Ini langkah antisipatif melihat volume kendaraan yang mulai padat sejak pagi," kata Alvin Andituahta Singarimbun, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division.
Baca Juga: Jarang Ada Lantai 3 di Hotel? Ini Alasan di Baliknya yang Jarang Diketahui
Setiap kali libur panjang, kawasan Puncak memang selalu menjadi magnet wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya. Cuaca yang mendukung serta suasana alam yang sejuk membuat banyak orang memilih untuk menghabiskan waktu di sana.
Akibatnya, ruas jalan menuju kawasan ini pun rentan mengalami kemacetan panjang, terutama sejak dini hari hingga siang hari.
Baca Juga: Ekspor Beras ke Malaysia Buka Peluang Baru, Petani Lokal Siap Panen Untung
Jasa Marga pun mengimbau seluruh pengemudi agar memastikan kesiapan kendaraan dan saldo kartu tol elektronik agar tidak terjadi hambatan di gerbang tol.
Selain itu, pengendara juga diminta untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Baca Juga: Gelombang PHK Hantui Industri Lokal, KSPN Desak Pemerintah Segera Revisi Aturan Impor
Berdasarkan data yang dikumpulkan Jasa Marga, tercatat sekitar 325.057 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama dua hari terakhir, yakni dari 28 hingga 29 Mei 2025. Jumlah ini naik 20,6 persen dibandingkan hari normal.
Sebanyak 46,5 persen kendaraan menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung), 29,4 persen ke arah barat (Merak), dan 24,1 persen menuju selatan (Puncak).
Baca Juga: Gunung Marapi Meletus Lagi di Tengah Cuaca Buruk, Warga Diminta Tetap Tenang dan Siaga
Artikel Terkait
Diduga Santri di Pesantren Gus Miftah Asal Kalimantan Dianiaya Oleh 13 Pengurus Ponpes
PBB: Satu-Satunya Tempat di Dunia di Mana Semua Orang Terancam Tak Makan itu Adalah GAZA
Gunung Marapi Meletus Lagi di Tengah Cuaca Buruk, Warga Diminta Tetap Tenang dan Siaga
Gelombang PHK Hantui Industri Lokal, KSPN Desak Pemerintah Segera Revisi Aturan Impor
Ekspor Beras ke Malaysia Buka Peluang Baru, Petani Lokal Siap Panen Untung
Jaringan Aborsi Ilegal di Makassar Terungkap, Mantan Pemilik Apotek Ikut Terlibat
Tenang, Mom! Cara Ampuh Meredakan Batuk dan Pilek pada Bayi Newborn
Ini yang Terjadi Jika Kamu Minum Air Kelapa Setiap Hari Selama 7 Hari, Terakhir Bikin Kaget!
Kok Bisa! Kucing Memiliki Indra yang Tajam dan Refleks Cepat?
Jarang Ada Lantai 3 di Hotel? Ini Alasan di Baliknya yang Jarang Diketahui