Kapolri Siap Sikat Preman dan Pelaku Kriminal, Tak Peduli Simbol atau Kelompoknya

Photo Author
- Kamis, 15 Mei 2025 | 16:13 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Portal Humas Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Portal Humas Polri)

INSIBERNEWS - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tak akan ragu bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi premanisme dan gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.

Dalam arahannya di Rapat Kerja Teknis Baharkam dan Korps Brimob Polri yang digelar di Gedung Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (15/5), Sigit menyatakan bahwa Polri tidak akan terpengaruh oleh identitas, simbol, maupun afiliasi pelaku.

Baca Juga: KPK Periksa Lima Saksi Kasus Kredit Bermasalah LPEI, Aliran Dana ke Banyak Perusahaan Diselidiki

“Saya kira kaitannya dengan aksi premanisme, Polri tidak melihat ini dari kelompok mana,” ucap Sigit.

“Kalau mereka terindikasi menggunakan simbol-simbol tertentu, buat kami yang kami lihat adalah tindakannya. Kalau meresahkan masyarakat, kami tindak tegas. Apakah itu kelompok tertentu atau siapa pun, sepanjang mengganggu ketertiban, kami tidak kompromi.”

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina di Forum PUIC

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Polri telah meluncurkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dimulai sejak 1 Mei 2025 dan digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi ini menyasar berbagai jenis kejahatan jalanan dan tindak kriminal lain seperti premanisme, praktik penagihan utang ilegal (debt collector), narkoba, judi daring, penyelundupan, hingga perdagangan orang dan terorisme.

Baca Juga: Jokowi Buka Peluang Nyalon Jadi Ketum PSI, Tapi Masih Hitung-Hitungan Peluang

Listyo juga menyebut bahwa langkah tegas ini merupakan amanat langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman, terutama di wilayah-wilayah industri dan kawasan strategis yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Premanisme, menurutnya, tidak hanya mengganggu keamanan, tetapi juga bisa menjadi hambatan bagi investasi dan pembangunan.

Baca Juga: Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen dari PLN, Ini Syarat dan Ketentuannya!q

“Polri sangat konsen terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi,” lanjutnya.

“Karenanya kami akan mengawal setiap program yang mendukung sektor tersebut. Keamanan yang kondusif menjadi pondasi penting untuk memastikan roda ekonomi berjalan tanpa gangguan.”

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X