INSIBERNEWS - Seluruh korban yang tewas dalam insiden ledakan pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI Angkatan Darat di Garut akhirnya berhasil diidentifikasi.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat menyelesaikan proses identifikasi terhadap tiga jenazah terakhir, sehingga total 13 korban kini telah diketahui identitasnya dan sudah dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing.
Baca Juga: KPK Fokus Buktikan Peran Hasto dalam Kasus Harun Masiku, Isu Penolakan Eks Pimpinan Jadi Sorotan
Insiden memilukan ini terjadi pada Senin pagi, 12 Mei 2025, di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Aksi pemusnahan amunisi yang seharusnya berlangsung aman justru memicu ledakan mematikan.
Berdasarkan laporan, ledakan susulan terjadi saat sejumlah warga mendekati lokasi untuk mengumpulkan logam sisa, tanpa mengetahui bahwa masih ada amunisi aktif yang belum meledak.
Baca Juga: Tragis! Bocah SD di Situbondo Diduga Dibakar Teman Sendiri Saat Bermain
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan bahwa seluruh proses identifikasi jenazah telah selesai dilakukan di RSUD Pameungpeuk Garut.
“Tiga jenazah terakhir insyaallah langsung kami serahkan ke keluarga masing-masing. Kami atas nama pemerintah daerah menyampaikan duka mendalam dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan ini,” ucap Nurdin saat memberi keterangan pada Rabu, 14 Mei 2025.
Dalam tragedi ini, korban meninggal dunia terdiri dari empat anggota TNI AD dan sembilan warga sipil. Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan kepedulian atas musibah tersebut. Selain itu, pemkab juga berjanji akan terus mendampingi keluarga korban dalam proses pemulihan.
Baca Juga: Terkuak, Mesin Inggris Dipakai di Drone Israel yang Diluncurkan India dan Dijatuhkan Pakistan
Sementara itu, pihak TNI dan kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti ledakan susulan tersebut. Langkah evaluasi terhadap prosedur pemusnahan amunisi juga tengah dilakukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Keamanan di sekitar lokasi kejadian pun diperketat dan dijaga untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.
Baca Juga: Saksi Mangkir, Polisi Siapkan Langkah Lanjutan dalam Penyelidikan Kasus Ijazah Jokowi
Masyarakat diminta untuk tidak mendekati area bekas ledakan dan menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak berwenang. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dalam setiap kegiatan militer, terutama yang berkaitan dengan bahan peledak.
Artikel Terkait
13 Perusuh Aksi May Day Jadi Tersangka, Polisi Siap Jemput Paksa Jika Masih Mangkir
Saksi Mangkir, Polisi Siapkan Langkah Lanjutan dalam Penyelidikan Kasus Ijazah Jokowi
PM India Ancam Serangan Lanjutan ke Pakistan: Hanya Ditunda, Bukan Hentikan Operasi Sindoor
Kiki Eks CJR Ikut Kesal Dengan Aldy Maldini Karena Menghilang, Komentar Publik Jadi Sorotan
Dokter Richard Lee Setiap Tahun Laksanakan Qurban di 27 Klinik Miliknya. Ini Makna Qurban Menurutnya
Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Pembiayaan Kepada 35,4 Juta Pelaku Usaha dan 182 Juta Nasabah Tabungan
Soal Paula Verhoeven Datangi Komnas Perempuan Terkait Pertimbangan KDRT, Pihak Baim Sebut Paula Halusinasi
Terkuak, Mesin Inggris Dipakai di Drone Israel yang Diluncurkan India dan Dijatuhkan Pakistan
Tragis! Bocah SD di Situbondo Diduga Dibakar Teman Sendiri Saat Bermain
KPK Fokus Buktikan Peran Hasto dalam Kasus Harun Masiku, Isu Penolakan Eks Pimpinan Jadi Sorotan