Gandeng Banyak Pihak, Kadin Siap Bangun 1.000 Dapur Bergizi untuk Anak Indonesia

Photo Author
- Rabu, 14 Mei 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi Program MBG (Foto : Dok/Pemprov DKI)
Ilustrasi Program MBG (Foto : Dok/Pemprov DKI)

INSIBERNEWS - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah nyata dalam upaya pemenuhan gizi anak lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu target ambisius mereka adalah membangun 1.000 dapur umum atau yang kini disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Program ini diharapkan bisa menjawab persoalan gizi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia.

Baca Juga: 5 Mitos tentang Merawat Newborn yang Perlu Mom Hindari, Nomor Terakhir Wajib Banget Diingat!

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa realisasi program ini akan melibatkan kerja sama lintas sektor. Dalam tahap awal, Kadin membentuk Satgas MBG Gotong Royong yang akan bekerja bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengatur strategi dan teknis pelaksanaan program.

Baca Juga: 13 Perusuh Aksi May Day Jadi Tersangka, Polisi Siap Jemput Paksa Jika Masih Mangkir

"Kadin memiliki empat program cepat atau quick win, dan salah satunya yang paling prioritas adalah MBG. Makanya kami beri nama MBG Gotong Royong Kadin," ujar Anindya saat meresmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas MBG di Jakarta, Selasa (13/5).

Anindya menekankan bahwa program ini tidak hanya sekadar memberi makanan, tetapi juga menyasar penguatan struktur ekonomi lokal. Konsep yang diusung Kadin adalah menggabungkan pendekatan korporasi yang efisien dan terukur dengan pemberdayaan daerah agar dapur-dapur MBG bisa mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga: PM India Ancam Serangan Lanjutan ke Pakistan: Hanya Ditunda, Bukan Hentikan Operasi Sindoor

Sebagai bentuk kesiapan, Satgas MBG Kadin akan menyusun buku panduan operasional, mengadakan pelatihan manajemen, serta sertifikasi untuk para pengelola dapur gizi di seluruh Indonesia.

Materi pelatihan tidak hanya mencakup aspek gizi dan pengolahan makanan, tetapi juga manajemen keuangan, sistem rekrutmen, dan standar keamanan pangan. Untuk memastikan kualitas pelaksanaan, Kadin juga akan melibatkan Kadin Institute dalam penyusunan kurikulum pelatihan.

Baca Juga: Tragis! Bocah SD di Situbondo Diduga Dibakar Teman Sendiri Saat Bermain

Program ini diyakini bukan hanya akan berdampak pada kesehatan anak-anak, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberdayakan masyarakat lokal.

Jika target 1.000 dapur gizi bisa tercapai, Kadin optimis ini bisa menjadi model kolaborasi yang efektif antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas untuk mengatasi persoalan malnutrisi secara konkret dan berkelanjutan.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X