INSIBERNEWS - Transformasi pendidikan di Indonesia perlahan mulai terasa nyata, salah satunya lewat penerapan teknologi pembelajaran di ruang kelas.
Pemerintah kini gencar mengakselerasi program digitalisasi pendidikan, yang salah satu bentuk konkretnya adalah pemasangan papan belajar interaktif atau smart board di berbagai sekolah dasar dan menengah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem pendidikan demi menjawab tantangan zaman.
Baca Juga: Berlaku di Tahun Ajaran Baru, Gibran Umumkan AI Siap Masuk Kurikulum di Sekolah
Salah satu sekolah yang sudah mulai menerapkan teknologi ini adalah SDIT Persis, yang terletak di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sekolah ini menjadi percontohan awal dari penerapan smart board yang diharapkan bisa mendorong cara belajar siswa menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan era digital.
Teknologi ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi secara real time dengan materi pembelajaran yang ditampilkan secara visual.
Baca Juga: AS Ingatkan China: Tarif Tinggi Bisa Hantam Puluhan Juta Lapangan Kerja
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meninjau langsung pelaksanaan program ini pada Jumat (2/5/2025).
Ia menyampaikan bahwa penggunaan smart board di sekolah tersebut merupakan bagian dari implementasi empat program besar yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam bidang pendidikan.
“Kami melihat langsung bagaimana teknologi ini mulai diterapkan. Di SDIT Persis ini, mereka sudah menerima bantuan awal berupa papan interaktif. Ini adalah bagian dari program digitalisasi pembelajaran yang dicanangkan Presiden,” kata Atip.
Baca Juga: Ribuan WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Asia Tenggara, Modus Makin Licin dan Sulit Terdeteksi
Menurutnya, digitalisasi bukan hanya soal perangkat canggih, tapi juga soal perubahan cara berpikir dalam proses belajar mengajar. Ia menegaskan bahwa pelatihan guru serta kesiapan infrastruktur akan terus menjadi perhatian agar transformasi ini berjalan merata dan berkelanjutan.
“Bukan hanya alatnya yang kami berikan, tapi juga pendampingan agar para guru siap memanfaatkannya secara optimal,” tambahnya.
Artikel Terkait
Inggris Siap Bahas Pengakuan Palestina Bareng Prancis dan Arab Saudi, Juni Jadi Momen Penting?
Pakaian dan Sepatu RI Terancam Tarif Balasan AS, Sri Mulyani: Banyak yang Belum Sadar Dampaknya
Kulit Belang Terpapar Sinar Matahari? Ini Solusi Alami dan Praktis yang Bisa Dicoba!
Ribuan WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Asia Tenggara, Modus Makin Licin dan Sulit Terdeteksi
Pasca Kebakaran Hutan, Badai Pasir Landa Israel: Pemerintah Umumkan Darurat Nasional
65 Lahan Petani Disita KPK Terkait Proyek Tol Sumatra, Tapi Masih Bisa Digarap
Polri Sita Rp61 Miliar dari 164 Rekening Terkait Judi Online, PPATK Sebut Total Dana Capai Rp600 Miliar
AS Ingatkan China: Tarif Tinggi Bisa Hantam Puluhan Juta Lapangan Kerja
Ramaikan Tren Gaya Hidup Sehat, BRI Berdayakan UMKM Manfaatkan Peluang di Industri Gula Aren
Berlaku di Tahun Ajaran Baru, Gibran Umumkan AI Siap Masuk Kurikulum di Sekolah