AS Ingatkan China: Tarif Tinggi Bisa Hantam Puluhan Juta Lapangan Kerja

Photo Author
- Jumat, 2 Mei 2025 | 12:15 WIB
Perang dagang AS dan China akan berlanjut karena Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden AS (Instagram @ngomonginuang)
Perang dagang AS dan China akan berlanjut karena Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden AS (Instagram @ngomonginuang)

INSIBERNEWS - Pemerintah Amerika Serikat kembali menyuarakan kekhawatiran soal dampak ekonomi dari ketegangan dagang dengan China.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan bahwa jika Beijing tidak segera menurunkan tarif perdagangan, risiko kehilangan jutaan lapangan kerja di China bisa jadi kenyataan yang tak terhindarkan.

Baca Juga: Polri Sita Rp61 Miliar dari 164 Rekening Terkait Judi Online, PPATK Sebut Total Dana Capai Rp600 Miliar

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Bessent menjelaskan bahwa jika Washington mempertahankan tarif impor terhadap barang-barang dari China di angka saat ini, yakni sekitar 145 persen, maka imbasnya terhadap sektor ketenagakerjaan di China akan sangat besar. Ia memproyeksikan sekitar 10 juta pekerjaan di negara itu bisa terdampak dalam waktu singkat.

Baca Juga: 65 Lahan Petani Disita KPK Terkait Proyek Tol Sumatra, Tapi Masih Bisa Digarap

Tak hanya itu, meskipun tarif AS diturunkan sedikit, Bessent mengatakan bahwa China tetap berpotensi kehilangan hingga 5 juta pekerjaan.

Ia menekankan bahwa posisi Amerika dalam hal ini adalah negara dengan defisit perdagangan, sehingga beban untuk memperbaiki keseimbangan perdagangan terletak lebih besar pada pihak China.

Baca Juga: Kulit Belang Terpapar Sinar Matahari? Ini Solusi Alami dan Praktis yang Bisa Dicoba!

Menurut Bessent, neraca perdagangan saat ini sangat timpang. China disebut menjual barang ke Amerika hampir lima kali lipat dibandingkan nilai ekspor AS ke China.

Dengan kondisi seperti itu, ia menyebut bahwa sistem perdagangan ini tidak bisa terus berlangsung dan menyarankan China untuk mengambil langkah nyata dengan mulai memangkas tarifnya.

Baca Juga: Skandal Joki UTBK di USU Terbongkar, Empat Orang Jadi Tersangka dan Diiming-imingi Rp10 Juta

Pernyataan Bessent ini menggarisbawahi ketegangan yang terus membayangi hubungan ekonomi dua raksasa dunia tersebut. Perang dagang yang berkepanjangan bukan hanya menciptakan ketidakpastian pasar, tapi juga menyulut keresahan di sektor industri dan pekerja di kedua negara.

Kini bola panas berada di tangan China, yang diharapkan mengambil keputusan strategis demi menghindari krisis ketenagakerjaan yang lebih dalam.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X