Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Melonjak, Lebih dari 3 Juta Warga Sudah Merasakan Manfaatnya

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 1 Mei 2025 | 14:56 WIB
Ilustrasi program makan bergizi gratis
Ilustrasi program makan bergizi gratis

INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa bulan terakhir. Hingga 29 April 2025, realisasi anggaran untuk program ini telah mencapai Rp2,3 triliun—melonjak drastis dari angka sebelumnya yang tercatat hanya Rp300 miliar pada akhir Februari 2025.

Lonjakan ini mencerminkan adanya dorongan kuat dari pemerintah untuk mempercepat implementasi program, yang kini dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kredit Bank di Balik Kebangkrutan Sritex, Kejagung Turun Tangan

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut percepatan ini sebagai sinyal positif dari keseriusan pemerintah dalam menangani isu gizi dan ketahanan pangan, terutama di kalangan masyarakat rentan.

“Program MBG ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional, dan realisasinya per 29 April sudah Rp2,3 triliun. Ini adalah bentuk percepatan nyata dari pelaksanaan di lapangan,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA edisi April 2025.

Baca Juga: Capai Rp66,92 Triliun, Berikut Rencana Kemenkeu Soal Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah Tahun 2025

Tak hanya dari sisi anggaran, jumlah penerima manfaat juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat, sebanyak 3,265 juta orang telah merasakan langsung bantuan makanan bergizi dari program ini.

Target utama dari MBG adalah anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan kelompok masyarakat prasejahtera yang rawan mengalami kekurangan gizi. Dalam pelaksanaannya, program ini menggandeng berbagai pihak mulai dari sekolah, posyandu, hingga lembaga sosial masyarakat.

Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional, Berikut Sejarah Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Pemerintah berharap keberlanjutan dan perluasan program MBG dapat menjadi salah satu strategi kunci dalam menekan angka stunting dan kekurangan gizi kronis di Indonesia.

Dengan dorongan anggaran yang lebih besar dan koordinasi antarlembaga yang semakin solid, MBG diproyeksikan menjangkau jutaan penerima tambahan hingga akhir tahun 2025. Ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan produktif dalam jangka panjang.

Baca Juga: Berawal dari Tragedi Para Pekerja yang Menuntut Hak, Intip Sejarah Hari Buruh Internasional yang Diperingati Tiap 1 Mei

Peningkatan realisasi anggaran MBG bukan hanya soal angka, tapi juga menunjukkan arah kebijakan yang semakin fokus pada pembangunan manusia.

Jika dikelola konsisten dan transparan, program ini berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah intervensi gizi di Indonesia.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X