INSIBERNEWS - Wacana menjadikan program Keluarga Berencana (KB), termasuk tindakan vasektomi, sebagai syarat mendapatkan bantuan sosial (bansos) dan beasiswa, kini tengah menjadi perhatian Kementerian Sosial.
Ide ini sebelumnya dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ingin menyelaraskan bantuan negara dengan tanggung jawab sosial masyarakat dalam pengendalian populasi.
Baca Juga: Saksi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus Kematian Mahasiswa UKI, Keributan Berujung Kekerasan
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya masih menelaah lebih jauh sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, meski KB adalah program strategis dalam pembangunan, menjadikannya sebagai syarat wajib untuk memperoleh bansos butuh kajian menyeluruh agar tidak bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.
Baca Juga: WN China Ditangkap di Bandara Manado, Diduga Menyelundupkan Bagian Tubuh Satwa Liar Dilindungi
"Idenya bagus, tetapi kita tidak bisa terburu-buru. Penerapan bansos itu ada proses dan aturan yang tidak bisa langsung diubah begitu saja," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/4).
Ia menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan harus tetap dikedepankan dalam penyaluran bantuan negara.
Baca Juga: PBB Tekankan Pentingnya Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tanpa Pengecualian
Gus Ipul juga menyebut bahwa ide Kang Dedi untuk mengaitkan penerima bansos dengan keterlibatan sosial seperti pengelolaan sampah atau gotong royong justru lebih realistis dan aplikatif.
"Kalau warga diajak ikut bersih-bersih atau peduli lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, itu justru nilai tambah yang baik," lanjutnya.
Baca Juga: Barbie Ternyata Dibuat di Indonesia, Sri Mulyani Bongkar Fakta di Tengah Isu Tarif Impor AS
Namun untuk ide vasektomi sebagai prasyarat, pemerintah disebut masih memerlukan waktu, pertimbangan hukum, serta kajian dari berbagai sisi, termasuk etika dan hak asasi manusia.
"Ini tidak bisa sekadar keputusan administratif. Harus dilihat juga dari sisi kemanusiaan dan kesehatan masyarakat,” tutup Gus Ipul.
Artikel Terkait
Barbie Ternyata Dibuat di Indonesia, Sri Mulyani Bongkar Fakta di Tengah Isu Tarif Impor AS
Jelang May Day, DPR dan Serikat Buruh Sepakat Bentuk Satgas PHK: Upaya Cegah Gelombang Pemecatan
Puan Maharani Soroti Tindak Pencurian Ikan di Laut Natuna, Tegaskan Pelanggaran Kedaulatan Negara
Dendam Cinta Jadi Motif Pembakaran Anak di Tangerang, Begini Kronologinya!
Polresta Tangerang Tangkap 30 Preman dan Pungli, 8 Diantaranya Ditahan
Dua Pria Asal Bogor Gagal Selundupkan 900 Gram Sabu di Bandara Aceh
India Tanggapi Serangan Tembakan Pakistan di Garis Kendali Jammu dan Kashmir
PBB Tekankan Pentingnya Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tanpa Pengecualian
WN China Ditangkap di Bandara Manado, Diduga Menyelundupkan Bagian Tubuh Satwa Liar Dilindungi
Saksi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus Kematian Mahasiswa UKI, Keributan Berujung Kekerasan