INSIBERNEWS - Kejaksaan Agung kembali menunjukkan keseriusannya dalam menelusuri jejak skandal suap di balik putusan lepas perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO).
Pada Senin (28/4), tim penyidik menggelar rekonstruksi perkara yang berlangsung di Jakarta sebagai bagian dari proses penyidikan dua kasus besar: dugaan suap kepada hakim dan upaya perintangan penyidikan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menyampaikan bahwa rekonstruksi ini bertujuan memperjelas rangkaian kejadian dan mencocokkan keterangan para tersangka dengan berita acara pemeriksaan.
“Yang selama ini disampaikan para tersangka maupun saksi di BAP, sekarang diperagakan. Supaya terlihat seperti apa kronologi nyatanya,” ungkap Harli.
Ia menambahkan bahwa langkah ini juga penting untuk menyusun konstruksi hukum yang lebih kuat.
Baca Juga: Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai
Adegan dalam rekonstruksi mengungkap bagaimana skema suap berlangsung. Salah satunya memperlihatkan momen ketika tersangka Wahyu Gunawan, panitera muda perdata di PN Jakarta Utara, menyerahkan uang dari advokat Ariyanto kepada Muhammad Arif Nuryanta, Ketua PN Jakarta Selatan.
Uang tersebut kemudian diduga mengalir ke tiga hakim anggota majelis yang menyidangkan perkara CPO, yakni Djuyamto, Agam Syarif Baharuddin, dan Ali Muhtarom.
Baca Juga: Perempuan Terjerat Pinjol, Puan Maharani Desak Negara Hadir Lindungi Kepala Keluarga
Tak hanya nama-nama di lingkungan pengadilan, kasus ini juga menyeret pihak swasta. Muhammad Syafei, pejabat hukum dari Wilmar Group, turut terlibat sebagai tersangka.
Ia diduga sebagai representasi kepentingan korporasi yang menyuap aparat hukum demi mengamankan hasil persidangan.
Peristiwa ini menggambarkan bagaimana praktik peradilan yang semestinya independen, justru dirusak oleh transaksi gelap.
Artikel Terkait
Tesla Siapkan Model Y Versi Tiga Baris Khusus Pasar China, Produksi Dimulai Usai Libur Mei
Bukan Cuma Aset BUMN, GBK Juga Bakal Diambil Alih Danantara
Masuk Dalam Naungan Danantara, Kawasan GBK Direncanakan Jadi Aset yang Produktif dan Bisa Menghasilkan
Menjadi PR yang Sangat Besar, Rosan Roeslani Ungkap Danantara Siap Kelola GBK
Usai Kasusnya Viral, Kelulusan Tersangka Perundungan dr Aulia Ditangguhkan, Menkes Budi: Itulah Indonesia
Perempuan Terjerat Pinjol, Puan Maharani Desak Negara Hadir Lindungi Kepala Keluarga
Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai
Prabowo Ingin Warga Kota Punya Rumah Murah, Tanah Negara Siap Disulap Jadi Hunian
Penyebab dan Cara Menghilangkan Lidah Putih Pada Newborn Akibat Susu
Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik