RI–AS Sepakat Bahas Negosiasi Tarif dalam 60 Hari
Di tengah sorotan ini, Pemerintah Indonesia dan USTR sepakat untuk segera membahas isu-isu terkait hambatan perdagangan.
Kesepakatan dicapai dalam pertemuan tingkat menteri di Washington DC yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ambassador Jamieson Greer dari USTR.
Baca Juga: Bank Indonesia Siap Luncurkan QRIS Tap NFC pada 2025, Meningkatkan Kemudahan Transaksi Digital
“Di tingkat teknis langsung bergerak cepat melaksanakan pertemuan teknis antara Tim Teknis RI dengan Tim dari pihak USTR,” ujar Airlangga.
Isu-isu yang dibahas meliputi hambatan non-tarif, perdagangan digital, tarif sektoral, dan akses pasar.
Airlangga berharap seluruh pembahasan bisa tuntas dalam dua bulan, sehingga implementasi kerja sama bisa segera dijalankan.
Artikel Terkait
BI Bebaskan Biaya Transaksi Qris Hingga RP500 Ribu Di Merchant Usaha Mikro
Dengan Fitur QRIS Transfer di BRImo, Transaksi Jadi Makin Mudah dan Aman
BRI Hadirkan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR Guna Dukung Ekosistem Digital UMKM
Bank Indonesia Siap Luncurkan QRIS Tap NFC pada 2025, Meningkatkan Kemudahan Transaksi Digital
PPN pada Transaksi QRIS: Beban Ditanggung Merchant, Customer Tetap Nyaman
Jakarta Bakal Terapkan Sistem Qris untuk Beli LPG 3 KG, Warga Non-DKI Gak Diajak!
Lebih Praktis! Bulan Depan Qris Sudah Bisa Bayar Hanya dengan Tap, Ga Perlu Lagi Scan
Momen Lebaran Makin Praktis, Nikmati Transaksi QRIS yang Lebih Nyaman Pakai Super Apps BRImo