INSIBERNEWS — Ratusan kader Partai Gerindra di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Banggai, Senin (21/4/2025). Aksi itu merupakan bentuk protes atas dugaan persekusi terhadap dua kader mereka yang juga anggota DPRD, yang terjadi di Kecamatan Toili saat masa Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Dipimpin Wakil Ketua DPC Gerindra Wardani Murad Husain, aksi ini turut diikuti seluruh anggota DPRD dari Fraksi Gerindra.
Baca Juga: Jelang Pilkate Serentak, Kota Jambi Siap Cetak Ketua RT Sebagai Garda Terdepan Lingkungan
Dalam orasinya, Wardani dengan suara lantang menyampaikan keresahan para kader terhadap perlakuan tidak manusiawi yang diduga dialami dua rekannya. Ia menilai, tindakan tersebut telah mencoreng semangat demokrasi dan merendahkan martabat institusi legislatif.
“Kalau anggota dewan saja bisa diperlakukan seperti itu, bagaimana dengan rakyat biasa? Ini bukan soal pribadi, tapi soal keadilan,” tegasnya di hadapan Kapolres dan jajarannya.
Baca Juga: Harta Kekayaan Nurochman, Walikota Batu untuk Periode 2025-2030
Salah satu korban, Suwardi Agis, yang juga anggota DPRD Banggai, turut memberikan kesaksian menyentuh. Ia mengaku menjadi korban persekusi dalam kondisi yang sangat tidak pantas.
“Saya dijebol di kamar mandi saat tidak mengenakan busana. Ini bukan sekadar penghinaan, ini pelecehan,” ucapnya lirih namun penuh amarah. Ia menuntut agar pihak kepolisian memproses kasus ini dengan serius dan transparan, demi menjaga marwah demokrasi.
Desakan untuk mengusut tuntas kasus ini juga datang dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banggai, Masnawati. Ia menyebut bahwa kehadiran mereka di Toili bukan tanpa dasar, melainkan sebagai bagian dari tugas partai.
“Kami hanya menjalankan amanah. Tapi yang kami terima justru perlakuan yang tidak manusiawi. Kami tidak akan tinggal diam. Ini soal harga diri partai,” ujarnya lantang. Ia memastikan bahwa seluruh kader akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.
Baca Juga: Kedubes Vatikan Buka Pintu Duka, Kardinal Suharyo Kenang Sosok Sederhana Paus Fransiskus
Menanggapi aksi tersebut, Kapolres Banggai, AKBP Putu Hendra Binangkari, menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional. Ia menyebut saat ini proses hukum masih berjalan, mulai dari penerimaan laporan hingga pemanggilan saksi dan terduga pelaku.
“Kami pastikan, aspirasi ini tidak akan sia-sia. Sebagai Kapolres dan putra asli Sulteng, saya tegaskan bahwa hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Profil Dedik Setiawan yang Cetak Gol di Pertandingan Persita Tangerang vs Arema FC BRI Liga 1 2025
Ini Profil Javlon Guseynov, Pencetak Gol Persita Tangerang vs Arema FC BRI Liga 1 2025
Pimpin Kabupaten Sumenep, Ini Harta Kekayaan Achmad Fauzi dan Imam Hasyim: Ternyata Tembus.....
Inilah Harta Kekayaan yang Dimiliki Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek 2025-2030: Tanah dan Bangunan Senilai....
Inilah Harta Kekayaan yang Dimiliki Joko Sarwono, Wakil Bupati Tuban 2025-2030: Tanah dan Bangunan Senilai....
Harta Kekayaan Nurochman, Walikota Batu untuk Periode 2025-2030
Pimpin Kabupaten Blitar, Elim Tyu Samba Miliki Harta Kekayaan Segini
Kedubes Vatikan Buka Pintu Duka, Kardinal Suharyo Kenang Sosok Sederhana Paus Fransiskus
Tiga Orang Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Penanganan Perkara di PN Jakpus, Termasuk Direktur Pemberitaan TV Swasta
Jelang Pilkate Serentak, Kota Jambi Siap Cetak Ketua RT Sebagai Garda Terdepan Lingkungan