INSIBERNEWS — Kabar wafatnya Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan belasungkawa, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo mengumumkan bahwa Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta akan membuka akses bagi publik mulai Selasa pagi hingga Kamis sore.
Para tamu yang datang dapat menuliskan pesan dan doa terakhir mereka dalam buku tamu yang telah disiapkan.
Baca Juga: Bahas Soal Gaza, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Paskah Terakhir Ini Sehari Sebelum Meninggal Dunia
Selain membuka pintu bagi para pelayat, Kedubes Vatikan juga akan menyampaikan pernyataan resmi terkait wafatnya Paus Fransiskus pada Selasa pagi. Kardinal Suharyo menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (21/4).
Ia turut mengajak masyarakat untuk mengenang dan meneladani sosok Paus yang dikenal sangat bersahaja dan rendah hati dalam kesehariannya.
Baca Juga: Wafat di Usia 88 Tahun, Paus Fransiskus Sempat Puji Warga Indonesia Memiliki Banyak Anak
Kardinal Suharyo menyoroti bahwa kesederhanaan Paus Fransiskus tampak jelas dalam gaya hidupnya. Paus memilih tinggal di apartemen sederhana di Vatikan, bukan di Istana Kepausan sebagaimana para pendahulunya.
Bahkan saat kunjungannya ke Indonesia pada September 2024, Paus memilih menggunakan mobil rakyat, kendaraan yang umum dijumpai di jalanan Indonesia, sebagai bentuk empatinya kepada masyarakat.
Baca Juga: Andy Budiman Kecam Usulan Pergantian Wakil Presiden Gibran, Sebut Itu Ancaman Bagi Demokrasi
Dalam kenangannya, Kardinal juga menyampaikan betapa besar cinta dan rasa kagum Paus Fransiskus terhadap Indonesia.
"Setiap kali beliau bicara tentang Indonesia, beliau selalu mengingat senyum-senyum hangat orang-orang di sini. Tak ada raut wajah marah, semua penuh keramahan," ujarnya. Paus merasa kunjungan ke Indonesia sebagai salah satu momen paling berkesan dalam pelayanannya.
Baca Juga: Pimpin Kabupaten Sumenep, Ini Harta Kekayaan Achmad Fauzi dan Imam Hasyim: Ternyata Tembus.....
Cerita lain datang dari seorang uskup asal Kamerun yang terkesan dengan foto Imam Besar Nasaruddin Umar tengah mencium kepala Paus Fransiskus—foto yang terpajang di kalender katedral. Uskup tersebut, yang juga menjabat sebagai Ketua Konferensi Wali Gereja Kamerun untuk hubungan antarumat beragama, bahkan meminta agar foto tersebut dibawa pulang ke negaranya sebagai simbol persaudaraan lintas iman.
Sementara itu, Vatikan mengumumkan masa berkabung akan berlangsung selama sembilan hari, dan pemakaman Paus Fransiskus akan dilangsungkan secara sederhana. Paus menghembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun setelah sempat dirawat akibat bronkitis di Roma sejak Februari 2025.
Artikel Terkait
Takbir Bergema, Jemaah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah di Aceh dan Padang Rayakan Idul Fitri Lebih Awal
Jalan Berlubang di Karawang Sebabkan Puluhan Pemudik Kecelakaan, Penanganan Dinilai Asal-asalan
Presiden Prabowo Teken Aturan Baru! Anak di Bawah 13 Tahun Dilarang Main Medsos, Ini Alasan dan Dampak Positifnya
Miris! Seorang Ayah dan Balitanya Ditelantarkan di Tol Cipali oleh Bus ALS, Diselamatkan Satlantas Polres Subang
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana Merdeka pada 31 Maret
Jalur Arteri Karawang Rusak, 22 Pemudik Motor Jatuh: Kementerian PU Minta Maaf, Bupati Ancam Ambil Alih Perbaikan
1,65 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta, Kakorlantas Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik Lebaran
Fantasi Kelam di Balik Jas Putih Dokter RSHS Bandung Tersangka Pemerkosaan Pasien
Pembangunan Tahap II IKN Resmi Dimulai, Rp48,8 Triliun Disiapkan untuk Wujudkan Kota Politik Baru
Heboh Bau Gas dan Bensin Misterius dari Bekasi Kabupaten dan Kota hingga Jakarta Timur, Warga Resah dan Tak Bisa Tidur Semalaman