INSIBERNEWS - Universitas Padjadjaran (Unpad) mengambil langkah tegas dengan memberhentikan seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.
Keputusan ini diambil menyusul dugaan keterlibatannya dalam kasus kekerasan seksual terhadap keluarga pasien, yang mencuat ke publik beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Usai Pasang Ring di Jantung, Lakukan Hal Ini Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk ketegasan institusi terhadap setiap pelanggaran hukum maupun norma yang berlaku.
Baca Juga: Alami GERD Kronis? Waspadai 5 Makanan Ini yang Bisa Memicu Kambuhnya Gejala
Meski proses hukum masih berjalan dan belum mencapai vonis pengadilan, Unpad mengaku telah memiliki dasar kuat dari bukti dan hasil evaluasi internal untuk menjatuhkan sanksi akademik berupa pemutusan studi terhadap dokter berinisial PIP tersebut.
Prof. Arief menegaskan bahwa pihak kampus memiliki regulasi internal yang secara jelas menyebut bahwa mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan yang terlibat dalam tindakan pidana akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Liga Basket Putri Jakarta 2025 Resmi Dimulai, Ini Jadwal Lengkap Pertandingannya!
Dengan sanksi pemutusan studi ini, status mahasiswa dari PIP resmi dicabut. Ia tidak lagi diperkenankan mengikuti aktivitas apapun di lingkungan Universitas Padjadjaran maupun rumah sakit pendidikan.
Tak hanya itu, Unpad juga telah menjalin koordinasi dengan pihak rumah sakit dan aparat kepolisian untuk memastikan bahwa proses hukum dapat berjalan secara adil, terbuka, dan berpihak pada korban.
Baca Juga: Usai Ngelamar, Billy Syahputra Siap Menikah di Belarusia, Akad Bakal Digelar Secara Intim
Rektor Unpad menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam kepada korban serta keluarganya. Ia juga menegaskan bahwa institusinya berkomitmen memberikan pendampingan dan perlindungan bagi korban, serta akan berupaya semaksimal mungkin agar kejadian serupa tidak terulang.
Salah satu langkahnya adalah memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi terhadap mahasiswa, khususnya yang sedang menjalani pendidikan di rumah sakit mitra Unpad.
Baca Juga: Gunung Kanlaon di Filipina Meletus Hebat, Kolom Abu Capai 4.000 Meter dan Warga Diminta Waspada
Artikel Terkait
Menyoroti Soal Kebijakan Tarif Trump, Luhut Sebut Indonesia Tak Perlu Khawatir Berlebihan
Kecelakaan Tragis di Perlintasan Gresik, Asisten Masinis Tewas Usai KA Commuter Tabrak Truk
Gunung Kanlaon di Filipina Meletus Hebat, Kolom Abu Capai 4.000 Meter dan Warga Diminta Waspada
Prabowo Siap Ungsikan Korban Perang Gaza, Indonesia Buka Pintu Kemanusiaan
2.000 Rumah Subsidi Disiapkan untuk Ojol, Pemerintah Gandeng Gojek Wujudkan Hunian Terjangkau
Usai Ngelamar, Billy Syahputra Siap Menikah di Belarusia, Akad Bakal Digelar Secara Intim
Sampai Jadi Trending Topic, Gaji PNS Bakal Naik 16 Persen? Berikut Kepastian dari BKN
Liga Basket Putri Jakarta 2025 Resmi Dimulai, Ini Jadwal Lengkap Pertandingannya!
Alami GERD Kronis? Waspadai 5 Makanan Ini yang Bisa Memicu Kambuhnya Gejala
Usai Pasang Ring di Jantung, Lakukan Hal Ini Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar