INSIBERNEWS - Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal pembentukan Rancangan Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (RUU Polri) yang belakangan ramai jadi perbincangan publik.
Dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang tayang di TVRI, Selasa malam, Prabowo menyampaikan bahwa kepolisian memang memerlukan wewenang yang cukup untuk menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Baca Juga: Berperan Penting, Sosok Sufmi Dasco Jadi Tokoh Kunci di Balik Rencana Pertemuan Prabowo-Megawati
Tapi menurutnya, kewenangan itu harus tetap proporsional dan tidak perlu ditambah-tambahkan jika yang ada saat ini sudah mencukupi.
“Saya kira selama polisi punya kewenangan yang cukup untuk memberantas kriminal, narkoba, penyelundupan, dan menjaga masyarakat tetap aman, itu sudah cukup. Kita nggak perlu cari-cari tambahan yang tidak perlu,” ucap Prabowo.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara memberi kekuatan pada penegak hukum dan tetap melindungi hak-hak masyarakat. Menurutnya, kewenangan yang terlalu luas justru bisa menjadi bumerang jika tidak disertai dengan akuntabilitas.
Baca Juga: Debut di Ajang Bergengsi, Jafar dan Felisha Siap Tampil All Out di Kejuaraan Asia 2025
Menanggapi kritik soal kurangnya transparansi dalam proses pembentukan RUU Polri, Prabowo juga menegaskan pentingnya akses masyarakat terhadap naskah-naskah resmi.
Ia menyebutkan bahwa penyebaran draf-draf aturan yang belum sah bisa menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan memicu keresahan di masyarakat.
Untuk itu, ia meminta agar pemerintah melalui lembaga terkait lebih terbuka dan memastikan masyarakat bisa melihat langsung dokumen yang benar dan sah.
Baca Juga: Ancaman Tarif Baru AS Bikin Harga iPhone Bisa Melonjak Gila-Gilaan
“Kita harus pastikan yang beredar itu naskah resmi. Jangan sampai muncul versi-versi karangan yang bikin bingung publik. Ini penting agar masyarakat nggak dimanipulasi oleh info palsu,” ujarnya.
Ia pun mengusulkan agar publik lebih dilibatkan dalam proses legislasi, sehingga bisa ada ruang diskusi yang sehat dan terbuka antara pemerintah, DPR, dan masyarakat luas.
Artikel Terkait
BRI Dorong Produk Warisan Budaya Tembus Pasar Internasional, Intip Cerita Sukses UMKM Unici Songket Silungkang
Seorang Jurnalis Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Jakarta Barat, Polisi Selidiki Penyebabnya
Hadapi Arus Balik Mudik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol Guna Mudahkan Perjalanan Masyarakat
Hadapi Tarif Baru AS, Indonesia Pilih Jalan Damai Lewat Diplomasi dan Dialog
Ancaman Tarif Baru AS Bikin Harga iPhone Bisa Melonjak Gila-Gilaan
Soal Batas Usia Kerja, Wamenaker Noel: Jangan Bikin Orang Kehilangan Harapan
6 Hari Usai Lebaran, Pelabuhan Bakauheni Masih Ramai Pemudik Balik ke Jawa
Dapatkan Akses Pasar di Kancah Global, BRI Bantu Pengusaha UMKM Aksesori Ini Melalui UMKM EXPORT
Respon Rumor yang Beredar, Jasa Marga Bantah Kabar Pelantikan Influencer Permadi Arya Alias Abu Janda Jadi Komisaris JMTO
Berperan Penting, Sosok Sufmi Dasco Jadi Tokoh Kunci di Balik Rencana Pertemuan Prabowo-Megawati