Hadapi Tarif Baru dari AS, Indonesia Kirim Delegasi Khusus untuk Negosiasi di Washington

Photo Author
- Jumat, 4 April 2025 | 16:02 WIB
Ilustrasi Negara Amerika Serikat (Foto : oneworldtravels.co.uk)
Ilustrasi Negara Amerika Serikat (Foto : oneworldtravels.co.uk)

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia tak tinggal diam menyikapi kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Sebagai langkah konkret, Indonesia akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Washington DC dalam waktu dekat untuk melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah AS.

Tujuannya jelas: meminimalisir dampak dari tarif resiprokal sebesar 32 persen yang kini resmi dikenakan terhadap sejumlah komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Baca Juga: Presiden Dimakzulkan Yoon Suk Yeol Resmi Dicopot, Korea Selatan Siap Gelar Pilpres Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa komunikasi intensif antarnegara sudah dilakukan sejak awal tahun.

Namun, dengan kebijakan baru yang telah resmi berjalan, pemerintah merasa perlu mengambil langkah yang lebih proaktif.

"Kami akan terus menjalin komunikasi di semua level. Termasuk, mengirimkan delegasi khusus untuk bernegosiasi langsung," ujarnya pada Kamis (3/4/2025).

Baca Juga: Diterjang Tornado dan Banjir, Jutaan Warga AS Masih Terancam Cuaca Ekstrem

Tarif yang diterapkan AS ini diperkirakan akan memukul sejumlah sektor penting ekspor Indonesia, seperti elektronik, tekstil, alas kaki, minyak sawit, karet, furnitur, hingga produk perikanan.

Dampaknya bukan hanya pada nilai ekspor, tapi juga berpotensi mengganggu stabilitas industri dalam negeri dan menyulitkan para pelaku usaha yang bergantung pada pasar Amerika.

Baca Juga: Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA! Terbaik dalam 15 Tahun, Garuda Makin Berkibar

Menurut Airlangga, pemerintah sejatinya sudah mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kebijakan perdagangan yang semakin ketat ini.

Tim lintas kementerian dan lembaga, perwakilan Indonesia di AS, serta para pelaku industri telah menjalin koordinasi intensif. Langkah mitigasi pun disusun, mulai dari diversifikasi pasar ekspor hingga insentif khusus untuk sektor terdampak.

Baca Juga: Anak Mulai Menginjak 1 Tahun? Ini yang Perlu Mom Lakukan!

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X