INSIBERNEWS - Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bandung untuk menentang revisiUU TNI pada Jumat (21/3/2025).
RUU TNI ini dianggap membuka peluang bagi kembalinya dwifungsi ABRI.
Karena prajurit aktif TNI bisa menduduki jabatan sipil dalam pemerintahan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Luncurkan Super Aplikasi GovTech untuk Masyarakat, Miliki Fungsi Apa Saja?
Aksi demo tersebut berlangsung hingga Sabtu dini hari di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Dilansir INsibernews dari akun X @pablonification (22/3/2025), massa demonstran menuntut pemerintah untuk membatalkan revisi UU TNI yang dianggap dapat merusak prinsip-prinsip demokrasi.
Serta mengancam keberlangsungan sistem sipil-militer yang terpisah.
Baca Juga: Ingin Mulai Investasi Emas? Yuk Simak Apa Saja Manfaat yang Perlu Diketahui
Mereka juga mengkritik proses legislasi yang dianggap tidak transparan.
Di mana banyak pihak merasa tidak diberi ruang yang cukup untuk berdiskusi terkait revisi tersebut.
Para mahasiswa menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa perubahan ini dapat membuka jalan bagi dominasi militer dalam politik dan pemerintahan.
Baca Juga: Menkomdigi Dorong Pihak Tempo untuk Laporkan Kasus Kiriman Kepala Babi
Selama aksi berlangsung, massa meneriakkan berbagai yel-yel penolakan terhadap revisi undang-undang tersebut.
Aksi ini mencuri perhatian publik, terlebih lagi karena pada Sabtu, 22 Maret 2025, tagar #TolakRUUTNI menjadi trending di platform media sosial X.
Artikel Terkait
Siapa Saja Anggota Parlemen di Balik Rapat RUU TNI? Berikut Daftarnya
Kontroversi Tertutupnya Draft RUU TNI yang Disetujui di DPR, Wakil Ketua Komisi I Ungkap Alasannya
Tanggapi RUU TNI, Luhut Pastikan Tidak Berpengaruh pada Investasi dan IHSG
RUU TNI Dinilai Kurang Sosialisasi, Menteri Hukum Supratman Tegas Bantah
Tuai Protes dan Dinilai Terburu-buru, Ternyata RUU TNI Sudah Diinisasi Sejak 2024