INSIBERNEWS - Indonesia baru saja dinobatkan sebagai negara paling bahagia di Asia Tenggara dalam Indeks Kebahagiaan Ipsos 2024.
Dalam survei global yang dirilis pekan ini, 79 persen responden Indonesia mengaku bahagia, angka yang sama dengan Thailand.
Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Tanah Air merasa puas dengan kehidupan mereka, meski di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi.
Baca Juga: Lonjakan Pemudik Diprediksi Dimulai Malam Ini, Menhub: Efek Akhir Pekan dan WFA
Secara global, India berada di peringkat teratas dengan 88 persen responden menyatakan bahagia, diikuti oleh Belanda (86 persen) dan Meksiko (82 persen).
Sementara itu, negara tetangga seperti Malaysia mencatatkan angka 77 persen, sedikit di bawah Indonesia dan Thailand. Yang cukup mengejutkan, Singapura hanya mencatatkan 73 persen, menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan di negara dengan standar hidup tinggi tidak selalu lebih baik dibanding negara lain di kawasan.
Baca Juga: Prediksi Arus Mudik Lebaran 2025: 577 Ribu Kendaraan Bakal Melintas Kalikangkung, Puncaknya 28 Maret
Menurut laporan Ipsos, keluarga dan rasa dicintai menjadi faktor utama yang membuat seseorang merasa bahagia. Di Indonesia, hal ini tampaknya sangat relevan, mengingat budaya kekeluargaan yang masih sangat kuat.
Dukungan dari orang-orang terdekat, kebiasaan berkumpul bersama, hingga nilai-nilai gotong royong yang masih dijaga diyakini menjadi alasan utama tingginya tingkat kebahagiaan masyarakat.
Baca Juga: Misteri Freezer Terkunci, Polresta Bongkar Aksi Mutilasi Keji di Tangerang
Ipsos sendiri telah melakukan survei tahunan ini sejak 2011, dengan melibatkan responden dari 30 negara di berbagai belahan dunia. Penelitian ini tidak hanya melihat faktor ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan emosional yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang.
Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berhubungan dengan kekayaan atau kemajuan teknologi, tetapi lebih kepada hubungan sosial dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Baca Juga: Trump Ultimatum ke Iran, Dua Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Dengan hasil ini, Indonesia semakin menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal materi, tetapi juga bagaimana masyarakatnya bisa menikmati hidup dengan penuh kebersamaan.
Artikel Terkait
Hasto Ajukan Eksepsi, Sebut Ada Operasi Politik di Balik Kasusnya
ASN Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas, Pemprov DKI Ancam Bakal Kasih Sanksi Tegas
Hasto Ungkap Nota Keberatan Dalam Tipikor, Sebut-sebut Nama Jokowi, Ada Apa?
Presiden Donald Trump Akan Tutup Departemen Pendidikan AS, Apa Alasannya?
Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Jadi 'Shenzhen' Indonesia
Jokowi Jawab Soal Ajakan Damai dari Puan Soal Perseturuan dengan PDIP: Yang Mulai Duluan Siapa?
Trump Ultimatum ke Iran, Dua Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Misteri Freezer Terkunci, Polresta Bongkar Aksi Mutilasi Keji di Tangerang
Prediksi Arus Mudik Lebaran 2025: 577 Ribu Kendaraan Bakal Melintas Kalikangkung, Puncaknya 28 Maret
Lonjakan Pemudik Diprediksi Dimulai Malam Ini, Menhub: Efek Akhir Pekan dan WFA