Survei Ipsos Sebut Indonesia Negara Paling Bahagia di Asia Tenggara, Kok Bisa?

Photo Author
- Jumat, 21 Maret 2025 | 19:22 WIB
Ilustrasi Orang Indonesia (Foto : https://www.opengovpartnership.org/members/indonesia/)
Ilustrasi Orang Indonesia (Foto : https://www.opengovpartnership.org/members/indonesia/)

INSIBERNEWS - Indonesia baru saja dinobatkan sebagai negara paling bahagia di Asia Tenggara dalam Indeks Kebahagiaan Ipsos 2024.

Dalam survei global yang dirilis pekan ini, 79 persen responden Indonesia mengaku bahagia, angka yang sama dengan Thailand.

Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Tanah Air merasa puas dengan kehidupan mereka, meski di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi.

Baca Juga: Lonjakan Pemudik Diprediksi Dimulai Malam Ini, Menhub: Efek Akhir Pekan dan WFA

Secara global, India berada di peringkat teratas dengan 88 persen responden menyatakan bahagia, diikuti oleh Belanda (86 persen) dan Meksiko (82 persen).

Sementara itu, negara tetangga seperti Malaysia mencatatkan angka 77 persen, sedikit di bawah Indonesia dan Thailand. Yang cukup mengejutkan, Singapura hanya mencatatkan 73 persen, menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan di negara dengan standar hidup tinggi tidak selalu lebih baik dibanding negara lain di kawasan.

Baca Juga: Prediksi Arus Mudik Lebaran 2025: 577 Ribu Kendaraan Bakal Melintas Kalikangkung, Puncaknya 28 Maret

Menurut laporan Ipsos, keluarga dan rasa dicintai menjadi faktor utama yang membuat seseorang merasa bahagia. Di Indonesia, hal ini tampaknya sangat relevan, mengingat budaya kekeluargaan yang masih sangat kuat.

Dukungan dari orang-orang terdekat, kebiasaan berkumpul bersama, hingga nilai-nilai gotong royong yang masih dijaga diyakini menjadi alasan utama tingginya tingkat kebahagiaan masyarakat.

Baca Juga: Misteri Freezer Terkunci, Polresta Bongkar Aksi Mutilasi Keji di Tangerang

Ipsos sendiri telah melakukan survei tahunan ini sejak 2011, dengan melibatkan responden dari 30 negara di berbagai belahan dunia. Penelitian ini tidak hanya melihat faktor ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan emosional yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang.

Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berhubungan dengan kekayaan atau kemajuan teknologi, tetapi lebih kepada hubungan sosial dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca Juga: Trump Ultimatum ke Iran, Dua Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru

Dengan hasil ini, Indonesia semakin menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal materi, tetapi juga bagaimana masyarakatnya bisa menikmati hidup dengan penuh kebersamaan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X