INSIBERNEWS - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan bahwa revisi UU TNI tidak akan berdampak negatif terhadap iklim investasi ataupun performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ia menegaskan bahwa para investor asing tidak perlu khawatir, karena pemerintah sedang mengambil langkah untuk menyederhanakan regulasi.
Yaitu dengan mengimplementasikan digitalisasi dan sistem terintegrasi yang dikenal dengan sebutan GovTech.
Baca Juga: Kevin Diks Ungkap Rasa Kecewa Karena Kekalahan Timnas Indonesia Lawan Australia
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @finfolkmoney (21/3/2025), langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi korupsi.
Serta meningkatkan penerimaan pajak, dan menghemat belanja negara yang bisa mencapai ratusan triliun rupiah.
Proyek GovTech yang sedang dikembangkan ini dijadwalkan akan mulai beroperasi secara resmi pada 17 Agustus 2025.
Baca Juga: Agensi Kim Soohyun Ajukan Tuntutan Terhadap Garosero dan Keluarga Kim Saeron, Kenapa?
Kemudian diyakini akan menjadi solusi untuk menciptakan sistem administrasi pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.
Selain itu, Luhut juga menanggapi kekhawatiran tentang peran prajurit TNI dalam sektor sipil, yang banyak diperdebatkan.
Ia menegaskan bahwa hal ini tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Kantor Tempo Terima Kiriman Kepala Babi, Pemimpin Nilai sebagai Teror Kebebasan Pers
Pihaknya juga merespons penurunan IHSG yang sempat terjadi, dengan menyatakan bahwa pasar saham kini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terbukti dengan rebound yang terjadi pada indeks saham.
Artikel Terkait
OJK Sahkan Kebijakan Buyback Tanpa RUPS Selama 6 Bulan Akibat IHSG Anjlok
IHSG Anjlok, Sri Mulyani Sebut Faktor Global dan Nasional Sebagai Penyebab Utama
Presiden Prabowo Siap Temui Investor Pasar Modal Setelah IHSG Anjlok, Luhut Pastikan Pemerintah Tetap Hati-hati
Harga Emas Terus Melonjak di Tengah Anjloknya IHSG, Analis Prediksi Kenaikan Belum Berhenti