INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pergerakan saham yang tidak stabil, terutama saham-saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi salah satu sorotan utama yang mempengaruhi kepercayaan pasar.
Penyebab Penurunan IHSG: Faktor Global dan Nasional
Sri Mulyani menilai bahwa situasi global, seperti ketidakpastian ekonomi dunia, serta dinamika di dalam negeri, menjadi penyebab utama mengapa IHSG mengalami penurunan signifikan. Hal ini tercermin dalam penurunan beberapa saham BUMN yang mengalami penurunan harga cukup tajam, sehingga menciptakan sentimen negatif di pasar saham.
Di dalam negeri, keraguan pasar terhadap beberapa perusahaan BUMN turut memberikan dampak terhadap kepercayaan investor. Terlebih, pada beberapa waktu terakhir, pergerakan saham-saham BUMN banyak yang bergerak turun, yang akhirnya memberi pengaruh terhadap keseluruhan IHSG.
BUMN Dikelola Secara Profesional, Sri Mulyani Berikan Penjelasan
Namun, Sri Mulyani menegaskan bahwa BUMN yang ada di Indonesia dikelola dengan baik dan profesional. Menurutnya, pengelolaan BUMN yang transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah disampaikan oleh Presiden Prabowo, akan terus diterapkan.
Dengan demikian, investor tidak perlu khawatir tentang kelangsungan dan kinerja BUMN di pasar modal.
“Kami menyampaikan pesan ke BUMN dan juga Danantara yang nanti mengelola BUMN itu, bahwa kepastian pengelolaan BUMN secara profesional, transparan, seperti yang selama ini Presiden Prabowo sampaikan. Itu menjadi prinsip yang akan terus dilakukan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Dia juga menekankan bahwa manajemen dari BUMN diharapkan untuk lebih proaktif dalam menjelaskan langkah-langkah yang diambil dalam pengelolaan perusahaan kepada publik, agar tingkat kepercayaan masyarakat dan investor bisa terus terjaga.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Segera Dibuka: Simak Jadwal, Jalur, dan Tips Lolos Seleksi
IHSG Ditutup di Zona Merah, Bursa Efek Indonesia Menghentikan Perdagangan
Di sisi lain, IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa (18/3/2025) ditutup di zona merah, turun tajam sebanyak 248,559 poin atau 3,84 persen, yang membawa IHSG berada di level 6.623,388.
Dalam perdagangan hari tersebut, 118 saham mengalami kenaikan, sementara 554 saham turun, dan 139 saham tidak bergerak.
Menanggapi situasi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit pada sesi pertama, setelah IHSG turun hingga mencapai 5 persen.
Kebijakan ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh BEI dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep- 00024/BEI/03-2020, yang memberikan panduan penanganan kelangsungan perdagangan di bursa dalam kondisi darurat.
Artikel Terkait
Kabar Baik! Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dipercepat, Ini Jadwalnya
Cara Cek Hasil Seleksi SNBP 2025 yang Telah Diumumkan: 173.028 Siswa Lolos, Pendaftar Meningkat Pesat!
Penerimaan Pajak Indonesia 2025 Tertahan Coretax dan Efisiensi Jadi Fokus Kemenkeu di Tengah Defisit APBN
Wamenekraf Irene Umar Ajak Kolaborasi untuk Kembangkan Pembelajaran Digital di Indonesia
Remaja Konvoi Sambil Main Petasan di Kebon Jeruk, Warga Resah, KJP Bisa Dicabut!
Skandal Minyakita: Dua Pelaku Ditangkap, Terancam Penjara Lima Tahun
Megawati Ingatkan PDIP Soal RUU TNI: Jangan Sampai Dwifungsi Kembali
TNI Batal Urus Narkotika: Apa yang Terjadi dengan Revisi Undang-Undang TNI?
Pemerintah Rencanakan Transformasi BUMN Karya Menjadi BUMN Pangan Agrinas: Apa Dampaknya untuk Ketahanan Pangan?