Hal ini menciptakan struktur ketidakadilan yang semakin menguatkan penindasan terhadap perempuan, di mana perempuan tidak memiliki kontrol atas tubuh mereka sendiri.
Baca Juga: Jakarta Pertamina Enduro Siap Tempur di Final Four Proliga 2025, Targetkan Lolos ke Final!
Penolakan Aliansi Perempuan Indonesia terhadap revisi UU TNI juga berkaitan dengan pengalaman sejarah, terutama pada era Orde Baru, di mana organisasi perempuan progresif dibungkam dan dihancurkan.
Orde Baru menggunakan politik seksual sebagai salah satu cara untuk menundukkan perempuan dan menghancurkan gerakan perempuan.
Ketika revisi UU TNI diberlakukan, hal ini bisa membuka jalan bagi semakin banyaknya tindakan represif terhadap perempuan dan organisasi-organisasi yang memperjuangkan hak-hak mereka.***
Artikel Terkait
Buntut Penerobosan Rapat RUU TNI, Sekuriti Hotel Fairmont Buat Laporan ke Polisi
YLBHI Nilai Seharusnya Laporan Penerobosan Rapat RUU TNI Tidak Diproses Polisi
Masyarakat Nilai RUU TNI Buru-buru Digarap, Wakil Ketua Panja Ungkap Alasannya
Siapa Saja Anggota Parlemen di Balik Rapat RUU TNI? Berikut Daftarnya
Aliansi Perempuan Indonesia Tolak Revisi UU TNI, Singgung Kasus Pembunuhan Marsinah