INSIBERNEWS - Deddy Corbuzier sempat membuat sebuah video yang berisi tanggapannya mengenai penolakan rapat RUU TNI di Hotel Faormont.
Isi dari video yang disampaikan oleh Deddy Corbuzier mengenai penolakan RUU TNI tersebut dinilai berbahaya.
Dilansir INsibernews dari akun Twitter @remotivi (18/3/2025), Deddy Corbuzier mengatakan bahwa penolakan RUU TNI dilakukan oleh orang tidak dikenal.
Baca Juga: Mirip Krisis Pandemi Covid 19, Saat Ini Tabungan Warga Indonesia Turun Drastis
Pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi karena penolakan terhadap RUU TNI datang dari Koalisi Masyarakat Sipil, yang terdiri dari puluhan organisasi terkemuka di Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Imparsial, YLBHI, KontraS, Amnesty, AJI, ICJR, dan WALHI.
Diketahui bahwa organisasi tersebut sudah memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.
Baca Juga: Rakyat Serbia Muak dengan Korupsi Pemerintah, Terjadi Demo Terbesar Sepanjang Sejarah
Koalisi ini bukanlah kelompok anonim yang baru muncul.
Melainkan bagian dari gerakan sipil yang telah lama berperan aktif dalam mengadvokasi kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia.
Organisasi-organisasi tersebut memiliki keahlian dan kredibilitas yang diakui di bidangnya.
Baca Juga: Keluarga Kim Sae Ron Buka Suara Dalam Konferensi Pers, Berikut Poin-poin Penting!
Kontribusinya sangat penting dalam membentuk kebijakan yang lebih baik untuk negara.
Pernyataan Deddy Corbuzier yang menyebutkan penolakan itu datang dari "orang tidak dikenal" dinilai berbahaya.
Artikel Terkait
Usai Terobos Rapat Tertutup RUU TNI, Kantor KontraS Didatangi 3 Orang Tak Dikenal
Isi RUU TNI : Anggota Aktif Diusulkan Dapat Menduduki 16 Kementerian atau Lembaga, Apa Saja?
YLBHI Nilai Seharusnya Laporan Penerobosan Rapat RUU TNI Tidak Diproses Polisi
Masyarakat Nilai RUU TNI Buru-buru Digarap, Wakil Ketua Panja Ungkap Alasannya
Siapa Saja Anggota Parlemen di Balik Rapat RUU TNI? Berikut Daftarnya