INSIBERNEWS - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang membatasi pembangunan vila di kawasan Puncak, Bogor.
Langkah ini dianggap sebagai upaya pencegahan terhadap bencana banjir yang sering melanda wilayah hilir akibat perubahan tata ruang di daerah tersebut.
Baca Juga: Kesuksesan Cokelat Ndalem Merupakan Bukti Nyata BRI Berpihak Terhadap UMKM
Menurut Pramono, Puncak yang dulunya menjadi kawasan resapan air kini justru dipenuhi dengan vila, penginapan, dan tempat wisata. Hal ini menyebabkan air hujan yang turun tidak lagi terserap dengan baik, melainkan langsung mengalir ke daerah bawah, meningkatkan risiko banjir.
Ia menekankan bahwa pembatasan pembangunan ini tidak hanya berlaku bagi warga Jakarta, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin mendirikan vila di kawasan tersebut.
Baca Juga: Resep Ayam Goreng Ebi, Simpel, Cocok Untuk Menu Berbuka Puasa
"Saya sangat mendukung pembatasan pembangunan vila di Puncak. Kita sudah melihat dampaknya, banjir yang terjadi kemarin adalah bukti nyata bahwa tata ruang di sana sudah tidak sehat lagi. Siapa pun yang ingin membangun vila, baik dari Jakarta maupun daerah lain, harus dibatasi," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta pada Selasa.
Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 2024-2025 Hari Ini 11 Maret 2025, Lengkap dengan Link Streaming
Sebagai langkah konkret, Pramono mengusulkan kebijakan lain yang dapat menekan pembangunan vila baru, seperti penerapan pajak yang lebih tinggi bagi pemilik vila.
Ia menilai bahwa beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang lebih besar dapat menjadi cara efektif untuk mengendalikan pembangunan di kawasan tersebut.
"Kalau seseorang punya vila, berarti ada tambahan PBB yang harus dibayar. Itu bisa jadi salah satu cara untuk mengontrol pembangunan di sana," tambahnya.
Baca Juga: Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Optimalkan Devisa Ekspor, BRI Dukung Kebijakan Baru DHE SDA
Dengan kondisi curah hujan yang semakin sulit diprediksi dan dampak lingkungan yang semakin parah, Pramono berharap ada sinergi antara pemerintah daerah dalam menata ulang kawasan Puncak.
Ia menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya untuk kepentingan Jakarta atau Jawa Barat saja, tetapi demi keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan wilayah yang lebih luas.
Artikel Terkait
Segini Harta Kekayaan yang Dimiliki Meki Nawipa dan Deinas Geley, Pemimpin Baru Papua Tengah
Harta Kekayaan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau Sang Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ada Catatan Hutang?
Inilah Harta Kekayaan yang Dimiliki Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung Terpilih: Tanah dan Bangunan Senilai....
Menjalin Kerjasama dengan Vietnam, Prabowo Yakin RI Bisa jadi Penyumbang Pangan Dunia
Mudik Tanpa Biaya! Melalui Program BRI Mudik Gratis 2025
Prabowo Subianto Ajak Perusahaan Aplikasi Berikan THR untuk Pengemudi Ojol, Begini Tujuan dan Harapannya Menjelang Lebaran 2025
Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi, Terjerat Kasus Narkoba, Begini Kronologi dan Dampaknya
Puluhan Napi Lapas Kelas IIB Kutacane Kabur Menjelang Berbuka Puasa, Kejadian Terekam Kamera! Polisi Selidiki Penyebabnya
Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Optimalkan Devisa Ekspor, BRI Dukung Kebijakan Baru DHE SDA
Kesuksesan Cokelat Ndalem Merupakan Bukti Nyata BRI Berpihak Terhadap UMKM