Polisi Razia Konvoi Sound Horeg di Jember, Warga Keluhkan Gangguan Tengah Malam

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 10 Maret 2025 | 09:42 WIB
Sound Horeg Konvoi di Jember Mengganggu Warga (foto: Istimewa)
Sound Horeg Konvoi di Jember Mengganggu Warga (foto: Istimewa)

 

INSIBERNEWS - Di tengah malam yang sepi, suara musik dengan volume keras mengagetkan warga Jember, Jawa Timur. Dua unit mobil pikap yang mengangkut sound horeg menggelar konvoi pada Minggu (9/3) dini hari, dan video aksi mereka pun viral di media sosial. Konvoi ini dimulai sekitar pukul 00.00 WIB dan berlanjut hingga pukul 01.30 WIB. Tentunya, suara keras dari sound system yang dipasang setinggi dua hingga tiga meter tersebut mengganggu kenyamanan warga yang sedang beristirahat.

Tindak Lanjut Polisi atas Laporan Masyarakat

Menanggapi laporan masyarakat yang merasa resah, Polsek Ambulu bersama Tim Reskrim Polres Jember langsung turun tangan. Konvoi ini terhenti setelah patroli polisi berhasil menemukan dua lokasi yang dijadikan rute oleh para peserta konvoi, yakni di Dusun Bedengan dan Dusun Krangkengan Barat, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu.

Kapolsek Ambulu AKP Latifa Andika membenarkan adanya penindakan terhadap dua unit mobil pikap yang membawa sound system tersebut. "Ini berawal dari laporan masyarakat tentang suara keras yang datang dari mobil-mobil tersebut dan mengganggu mereka yang sedang beristirahat," ujarnya.

 Baca Juga: Menteri Agama Nasaruddin Umar Rencanakan Kursus Calon Pengantin untuk Cegah Perceraian, apakah ini akan menjadi solusi?

Teguran dan Imbauan dari Polisi

Setelah dilakukan razia, polisi memberi teguran kepada pemilik dan para peserta konvoi. Mereka diberikan imbauan agar tidak mengulanginya lagi, mengingat dampak yang ditimbulkan, terutama di tengah bulan Ramadan ketika banyak warga yang sedang menyiapkan sahur atau beristirahat.

Latifa mengungkapkan, "Mereka berdalih bahwa tujuan konvoi adalah untuk membangunkan warga sahur, namun cara ini tentu tidak tepat. Kami langsung menghentikan aksi mereka dan meminta agar musik dimatikan." Meskipun tidak ada kendaraan atau sound horeg yang diamankan, polisi memastikan akan terus melakukan patroli untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Keluhan Warga yang Resah

Salah satu warga setempat, Dian Kusumaningrum, mengungkapkan rasa keprihatinannya. "Memang tidak masuk akal, kan? Ini bulan Ramadan, seharusnya orang-orang sedang tadarus atau beristirahat untuk sahur, bukannya mendengar musik keras-keras dari sound horeg," katanya.

Dian berharap agar tindakan tegas diambil agar kejadian serupa tidak terulang, terutama karena konvoi tersebut sering kali berlanjut hingga ke Pantai Watu Ulo. "Kalau memang mau main musik, seharusnya di pantai atau tempat jauh dari pemukiman, bukan di jalanan yang dekat dengan rumah warga. Banyak anak kecil dan bayi yang terganggu," keluh Dian.

 Baca Juga: Gemuruh Sound Horeg di Laut: Kemeriahan atau Bencana Bagi Warga? Sensasi yang Bikin Warga Geram!

Polisi Akan Terus Patroli

Polisi menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan untuk menindak tegas setiap konvoi yang melibatkan suara keras yang dapat mengganggu ketenangan warga. "Kami akan terus melakukan patroli untuk memastikan aksi seperti ini tidak terulang, dan jika diperlukan, akan ada tindakan lebih lanjut," ujar Kapolsek Latifa.

Dengan adanya tindakan tegas ini, diharapkan kejadian serupa bisa diminimalisir, serta masyarakat dapat menikmati ketenangan, terutama di malam hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi banyak orang.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X