Oknum Polisi di Labuhanbatu Tendang Kepala ODGJ, Kini Diperiksa Propam

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 10 Maret 2025 | 03:15 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Seorang anggota Satlantas Polres Labuhanbatu, Bripka Aldian Janu Rambe, tengah diperiksa oleh Propam setelah aksinya menendang kepala seorang perempuan dengan gangguan jiwa (ODGJ) viral di media sosial.

Usai pemeriksaan, Bripka Aldian ditempatkan di tempat khusus (Patsus) sebagai bentuk sanksi sementara atas tindakannya.

Baca Juga: Dituduh Mencuri, Warga Grobogan Diteror Hingga Dicekik Polisi, Ternyata Tak Bersalah

Menurut Kasi Humas Polres Labuhanbatu, Kompol Syafrudin, insiden ini terjadi secara spontan setelah perempuan yang diketahui bernama Evi membakar sepeda motor milik Bripka Aldian dan menyiramkan bensin ke bajunya. Warga sempat mengamankan Evi sebelum akhirnya terjadi cekcok antara keduanya.

"Karena kesal, anggota kami bereaksi dengan cara yang kurang tepat. Meski begitu, masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Syafrudin pada Minggu (9/3/2025).

Baca Juga: Israel Ancam Putus Pasokan Listrik ke Gaza di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata

Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani Tampubolon, juga menegaskan bahwa Bripka Aldian telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

"Memang secara kode etik, tindakannya salah. Anggota ini juga jadi korban karena motornya dibakar dan bensin disiramkan ke bajunya. Tapi, sebagai polisi, dia seharusnya bisa mengendalikan emosi," katanya.

Baca Juga: Rich Brian Umumkan Album Baru ‘Where Is My Head?’, Ada Lirik Berbahasa Indonesia!

Kejadian ini berlangsung di samping Pos Satlantas Polres Labuhanbatu, tepatnya di Jalan MH. Thamrin, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara. Dalam video yang beredar, Evi terlihat duduk di lantai sambil berteriak, sementara Bripka Aldian tampak terlibat cekcok dengannya.

Tanpa banyak basa-basi, polisi tersebut kemudian melayangkan tendangan ke kepala Evi, membuat warga sekitar terkejut dan langsung melerai kejadian itu.

Baca Juga: 5 Pemeran Preman Pensiun 9 Terkuat, Ada Jagoan Kamu?

Kasus ini menuai banyak reaksi dari masyarakat. Meski Bripka Aldian telah meminta maaf dan masalahnya disebut selesai secara kekeluargaan, insiden ini kembali menyoroti pentingnya profesionalisme aparat dalam menghadapi situasi sensitif, terutama yang melibatkan individu dengan gangguan jiwa.

Propam masih mendalami kasus ini untuk menentukan sanksi lebih lanjut bagi Bripka Aldian.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X