Menurut Sunarso, keberadaan Bank Emas memberikan dampak positif untuk memonetisasi potensi emas yang selama ini belum masuk ke sistem keuangan formal.
Dengan begitu, emas yang sebelumnya hanya disimpan secara pribadi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan likuiditas dalam perekonomian nasional.
“Itu kalau kita monetisasi, menjadi sumber likuiditas pembangunan. Dan bagi BRI, ini adalah sumber pertumbuhan baru," ujar Sunarso.
Selain layanan utama seperti tabungan, deposito, dan kredit emas, Sunarso juga membuka peluang pengembangan produk turunan atau derivatif emas.
Baca Juga: Natalius Pigai Ingin Kurikulum HAM Jadi Prioritas dan Ada Pemisahan dari PPKn
"Kalau emas ini disekuritisasi, maka itu akan menjadi likuid. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
BRI turut memfasilitasi transaksi dalam ekosistem bullion bank, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya, Pegadaian.
“Lewat BRI langsung enggak? Ada yang lewat BRI langsung karena kan kita fasilitasi dengan BRImo transaksinya. Tapi kemudian kan lewat Pegadaian. Di Pegadaian nanti yang akan punya potensi pertumbuhan, dan itu nanti akan support pertumbuhannya BRI," ujarnya.
Baca Juga: 8 Inspirasi Kamar Tidur Lesehan Minimalis yang Bikin Betah Berduaan
Dengan layanan bullion bank ini, Sunarso optimistis sektor keuangan nasional dapat lebih berkembang, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan berbasis emas.
Artikel Terkait
Mahfud MD Apresiasi Presiden Izinkan Kejagung Bongkar Kasus Korupsi Pertamina: Kalau Ada Motif Politik, ya Terserah
Sambut Ramadhan 1446 Hijriah, Sekolah, Masjid, hingga Trans Jakarta Bakal Bagi-bagi Takjil Gratis!
Pekerja Indonesia Diterima di Sektor Manapun di Jepang Jika Ingin Lakukan Kabur Aja Dulu
Jepang Buka Lowongan 820 Ribu Tenaga Kerja Asing, Cocok untuk Kabur Aja Dulu
5 Cara Mudah untuk Wujudkan Kabur Aja Dulu ke Jepang, Bagaimana Langkahnya?