INSIBERNEWS - Mahfud MD memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut kasus korupsi yang terjadi di Pertamina.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko
Polhukam) RI itu menilai bahwa pemerintah telah bekerja dengan baik dalam menangani kasus tersebut.
"Kejaksaan Agung tidak akan seberani itu kalau tidak dapat izin dari presiden. Maka saya apresiasi presiden membiarkan Kejaksaan Agung bekerja," ujar Mahfud saat menghadiri seminar hukum yang diadakan oleh Universitas Slamet Riyadi Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Kamis 27 Februari 2025.
Baca Juga: Sumur Unik di Gunungkidul: Lihat ke Dalam, Malah Ketemu Orang Sedang Wisata
Terlepas dari berbagai motif yang mungkin ada di balik pengungkapan kasus, tersebut, menurutnya yang paling penting adalah hukum dapat ditegakkan dengan baik.
"Apapun motifnya, kalau ada motif politik ya terserah, tapi hukum tegak seperti itu," tambahnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kasus korupsi di PT Pertamina Patra Niaga yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 968,5 triliun, diduga melibatkan tujuh pejabat aktif PT Pertamina Patra Niaga yang kini tengah menjalani proses hukum.
Baca Juga: Disertasi Bahlil Lahadalia Dibatalkan oleh Dewan Guru Besar UI Karena Temukan Pelanggaran
Penyelidikan yang terus berkembang menunjukkan bahwa skandal ini merupakan salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia, dengan dampak yang sangat luas terhadap perekonomian nasional.
Kejaksaan Agung berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini serta memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.
Terhitung sejak 2022 hingga 2024, kinerja Kejagung pun terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurut Mahfud MD selama ini Kejagung selalu mendapatkan penilaian terbaik, terutama jika diberikan kesempatan untuk bekerja secara optimal.
Baca Juga: Rano Karno Dukung Wacana Bikin Pulau Sampah: Solusi Jakarta Atasi Limbah?
"Kejaksaan Agung itu selalu mendapat penilaian terbaik. Asal dilindungi dan diberi peluang oleh, atas untuk melakukan tindakan," ungkapnya.
Mahfud juga meminta masyarakat untuk tidak terus berpikir buruk terhadap pemerintah, karena pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar bekerja.
Artikel Terkait
Hong Kong Rencanakan Pemecatan 10 Ribu Pegawai Negeri untuk Atasi Defisit Anggaran, Fokus pada Konsolidasi Fiskal dan AI
Kabar Baik! Presiden Prabowo Bakal Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Tarif Tol Jelang Lebaran
KPK Tantang Hasto Adu Bukti di Pengadilan: Uji Saja di Meja Hijau!
Perebutan Tuan Rumah Piala Asia 2031 Makin Panas, Korea Selatan Ikut Masuk Bursa
Persib Incar Kemenangan Keempat atas Persebaya, Bojan Hodak Siap Bawa Pulang Tiga Poin