Dua Pabrik Yamaha Musik Bakal Tutup di 2025, Ribuan Buruh Terancam PHK

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 Februari 2025 | 08:00 WIB
Pabrik Yamaha Musik Akan Tutup di Akhir Tahun 2025 (Foto : Yamaha Musik)
Pabrik Yamaha Musik Akan Tutup di Akhir Tahun 2025 (Foto : Yamaha Musik)

INSIBERNEWS - Kabar kurang menyenangkan datang dari industri alat musik di Indonesia. Dua pabrik Yamaha yang memproduksi alat musik, khususnya piano, dipastikan akan menghentikan operasionalnya pada 2025.

Akibatnya, sekitar 1.100 karyawan yang selama ini bekerja di dua pabrik tersebut terancam kehilangan pekerjaan.

Baca Juga: Pertamina Klaim Tidak Lakukan Oplos Pertamax, Tetapi Lakukan Blending, Apa Bedanya?

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Aziz, membenarkan kabar ini.

Menurutnya, penutupan pertama akan terjadi pada Maret 2025 di pabrik PT Yamaha Music Product Asia yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik ini akan menghentikan produksi, berdampak pada sekitar 400 karyawan.

Baca Juga: Wow! Seorang Pria Jepang Raup Rp1,3 Miliar per Tahun dengan Bekerja Tawarkan Jasa Teman Sewaan

Sementara itu, pabrik kedua, yang dikelola PT Yamaha Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta Timur, dijadwalkan tutup pada akhir Desember 2025, dengan sekitar 700 pekerja yang terkena dampak.

Keputusan untuk menutup kedua pabrik ini disebut-sebut akibat menurunnya permintaan dan strategi bisnis Yamaha yang mengalihkan produksi ke China dan Jepang.

"Produksi piano akan dipusatkan di China dan Jepang, sehingga pabrik di Indonesia harus ditutup," ujar Riden.

Baca Juga: Jubir PDIP Ungkap Kenapa Megawati Berikan Instruksi Kepala Daerah untuk Tunda Ikut Retret

Saat ini, serikat pekerja terus mengawal hak-hak para buruh yang terdampak PHK, termasuk pesangon dan kompensasi lainnya.

Riden menegaskan bahwa pihaknya sedang dalam proses negosiasi dengan perusahaan agar para pekerja mendapatkan hak mereka secara maksimal.

Baca Juga: Tidak hanya Sekedar Oplos Pertamax, Oknum Pertamina Bersekongkol Lakukan 5 Kecurangan

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X