INSIBERNEWS - eFishery kini melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran kepada karyawannya.
Padahal semula hanya 100 karyawan yang terdampak, kemudian bertambah menjadi 300 karyawan.
Hingga saat ini sudah mencapai 98 persen karyawan yang kena PHK.
Baca Juga: Akhirnya! Indonesia dan Apple Capai Kesepakatan, iPhone 16 Siap Masuk Pasar Tanah Air
eFishery merupakan startup asal Indonesia yang merupakan perusahaan akuakultur.
eFishery dibanggakan oleh Indonesia karena merupakan perusahaan akuakultur pertama dan terbesar di dunia.
Selain itu, valuasi eFishery mencapai 1 miliar US dolar, seingga eFishery menjadi perusahaan Unicorn.
Baca Juga: Profil Jordi Cruyff, Sang Penasihat Teknis Timnas Indonesia yang Baru
Laporan investigasi firma konsultan hukum terkemuka FTI Consulting mengungkap bahwa eFishery telah memalsukan pendapatan nya.
Tidak tanggung-tanggung, pemalsuan pendapatan yang dilakukan oleh eFishery mencapai Rp9,7 triliun.
eFishery menggelembungkan pendapatan hingga 600 US dolar atau setara Rp9,7 triliun selama Januari-September 2024.
Baca Juga: Sahur Tanpa Ribet! Cukup 5 Menit, Makanan Lezat Siap Santap, Resep Nasi Goreng Kecap
Hal tersebut dilakukan oleh eFishery untuk menaikkan valuasi kepada investor.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @finfolkmoney (25/2/2025), eFishery melakukan PHK pada 98 persen karyawan.
Artikel Terkait
Donald Trump Larang Transgender Dinas di Militer AS: Perintah Baru Ini Diprediksi Memicu PHK Massal dan Kontroversi Panas! Simak Penjelasan Lengkapnya
Bantah PHK Massal Imbas dari Efisiensi Anggaran, Istana: Tidak Ada PHK, Hanya Kontrak yang Berakhir
Menyoal Maraknya PHK di Berbagai Instansi Imbas Efisiensi Anggaran, Mahfud MD: Rakyat Butuh Penjelasan
Aturan Baru Bagi Korban PHK Kini Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan? Ini Faktanya
Vietnam Terancam Gelombang PHK Besar Jika AS Berlakukan Tarif Impor